Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.0K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as puisi sunset
Read
+Library
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.0K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as puisi sunset
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Hal itulah yang terwujud, jika hati telah menerima dan ikhlas dalam mengunyah rasa pahit itu. Senja menjelang di pantai Parang Tritis, sunset pun akan segera terjadi. Nadya sedang termenung memandang matahari, yang sedang tergelincir di ufuk barat pantai itu. Sesekali dia membalas chat dari sahabatnya nun jauh di sana, di negeri Sakura. Nanako..! Bip.! Nanako :"Nadya, kirimkan gambar sunsetnya padaku ya."
9.962.8K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as puisi sunset
Read
+Library
The Wind

The Wind

Katanya masih menatap sunset yang semakin tenggelam. "Kita itu mirip sunset... sunset yang di lihat di waktu yang tepat... tapi, kayaknya ada sedikit kesalahan saat kita melihat sunset... entah itu waktunya yang sedikit kurang tepat, atau kita salah dalam cara melihat sunset itu sendiri?" Evan mengatakan itu sambil matanya terus mengamati sunset yang semakin tenggelam menyisakan semburat jingga di langit. "Evan, lo kenapa, sih? Gue nggak ngerti apa yang lo omongin..." aku menatapnya penuh tanya, kata-kata puitisnya itu semakin membuatku curiga.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as puisi sunset
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.3K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as puisi sunset
Read
+Library
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Waktu yang kulalui bersamamu, dan waktu kau lalui bersamaku, menciptakan hamparan bunga yang kuharap tak pernah hilang di sini . . . Pukul 17.30 alias setengah 6 sore.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as puisi sunset
Read
+Library
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai Apakah engkau mengerti? Segala rasa dalam sanubari Yang memintamu tuk hadir di sini Tuk menenemani Agar mengasihi Karenamu .… Ku jadi begini Kuharus dapatkanmu Apapun yang terjadi! Kenapa aku membaca puisi ini, seolah puisi ini untukku? Siapa yang membuatnya? Semua karangan puisi yang aku buat, aku tidak pernah menemukan puisi yang seindah ini.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as puisi sunset
Read
+Library
PESONA ISTRI NAKAL CEO

PESONA ISTRI NAKAL CEO

bisiknya pelan, nyaris terseret suara ombak. Reina menoleh, alisnya berkerut lembut. “Mas, kamu bilang apa?” Abian cepat-cepat menguasai ekspresi, senyumnya samar namun penuh arti. “Aku bilang … sunset hari ini cantik banget.” Reina terkekeh, tawa kecilnya menyatu dengan semilir angin laut. Ia kembali bersandar di bahu Abian, matanya memandang langit jingga. “Iya, cantik banget.”
102.7K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as puisi sunset
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Senja menulis dengan hati yang penuh cinta, membiarkan perasaannya mengalir bebas di atas kertas. Puisi itu tidak hanya menjadi ungkapan cinta, tetapi juga sebuah harapan. Harapan bahwa apa yang dia rasakan tidaklah sia-sia, bahwa mungkin saja Langit juga merasakan hal yang sama. Senja menulis dengan harapan bahwa suatu hari nanti, Langit akan membaca puisi ini dan memahami betapa dalam perasaannya. Cinta yang Tumbuh di Senja Di bawah langit senja, Ku temukan dirimu, tak terduga.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as puisi sunset
Read
+Library
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

berkali-kali. Hatinya sakit sampai mati rasa, justru tidak lagi terasa sakit. Menjelang senja, mereka tiba di depan bianglala. Petugas tersenyum kepada Vandero dan Sylvaria. "Kalian berdua sangat serasi! Katanya kalau pasangan suami istri berciuman di titik tertinggi bianglala, mereka nggak akan pernah berpisah seumur hidup!"
7.6K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as puisi sunset
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status