Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tinggal Aku Sendirian, Pudar dalam Kenangan

Tinggal Aku Sendirian, Pudar dalam Kenangan

"Nona Avida, pekerjaan sebagai penyelamat hewan liar mengharuskan perjalanan ke berbagai penjuru dunia. Jarang ada kesempatan pulang ke rumah, jadi butuh dukungan dari keluarga. Anda nggak keberatan?" Avida terdiam sejenak, lalu berkata pelan, "Saya nggak punya keluarga." Ruang rapat hening sejenak. "Kalau ... pasangan?" Avida terdiam lagi, wajah Glenn yang dingin dan angkuh terlintas di benaknya, lalu dia menggelengkan kepala. "Nggak punya juga."
848 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

--- Saat senja turun perlahan, langit berubah warna bukan karena matahari terbenam, tapi karena dunia sedang menyimpan kata-kata terakhirnya sebelum tidur. Di Teman Sunyi, cahaya dari batu-batu yang dulunya tak berarti mulai berdenyut perlahan. Tak bersinar terang. Tak menyilaukan. Tapi cukup untuk menuntun langkah mereka yang tersesat karena diam. Rhia duduk bersama tiga makhluk kecil yang tak pernah mengucap satu kata pun sejak tiba. Hari ini, satu dari mereka membuka suara.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Senandung Sunyi Mia di Tengah Badai

Senandung Sunyi Mia di Tengah Badai

Tidak ada isak tangis, tidak ada permohonan maaf. Loteng yang Gelap dan Dingin Loteng itu suram, lembap, dan penuh debu. Tidak ada jendela, hanya gelap pekat yang mengelilingi seperti monster tak terlihat. Amelia meringkuk di sudut, memeluk boneka kucingnya dengan erat. Bibirnya bergetar, namun tidak ada yang mendengar, tidak ada yang peduli. Ia tidak mendorong Rebecca, tapi tak seorang pun percaya padanya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.760.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

NYANYIAN RINDU Kala Rasa ini Tak mampu kuungkapkan, Kala Rindu ini Tak mampu kuceritakan, Yang ada hanya bisu dan sembilu. Rindu ini, Bagai malam merindukan siang, Laksana bintang-bintang merindukan gugusan awan, Selaksa mentari merindukan hadirnya Rembulan, Yang ada hanya asa yang terangan. Berpuluh-puluh musim telah berganti
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai puisi sunyi
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
From Allah to Allah

From Allah to Allah

Dia menatap Kearah langit sambil membacakan sebuah puisi yang masih ia hafal jelas dalam ruang otaknya. Fathan mulai membaca puisinya itu dengan suara yang bisa dibilang sangat nyaring dihamparan dandelion yang dia tiduri. Suaranya yang sangat nyaring seakan-akan ingin didengar oleh sekitarnya. Saat ini, Saat Aku berharap kau mengerti. Angin selalu menghembuskan hadirnya pada sepi yang kian menguat.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Tapi sesuatu yang selama ini tidak muncul.” Sunyi. Pelangi merasa napasnya sedikit lebih berat. Namun ia tidak mundur. Ia tetap berdiri. Dan mendengarkan. Lantunan itu kini berubah. Lebih dalam. Lebih lambat. Seperti nyanyian lama. Seperti sesuatu yang membawa cerita. Namun tidak bisa dipahami dengan kata. Pelangi memejamkan matanya. Dan di dalam gelap itu… ia melihat sesuatu.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Matahari terbenam menyinari wajah-wajah tersenyum semua orang dengan warna keemasan. Melihat pemandangan harmonis di hadapannya, Windy tiba-tiba teringat sore di saat Yudha berlutut di dekat selokan untuk mencari cincin. "Ada apa?" Axel dengan peka menyadari Windy sedang termenung. Windy menggeleng dan menautkan jari-jari mereka. "Aku cuma merasa ... bahagia." Benar, bahagia. Tidak ada kecurigaan ataupun pengkhianatan, hanya restu tulus dari kedua keluarga.
15.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Selama kamu masih hidup, aku nggak akan ampuni kamu. [ Evelyn, kembalilah. Buatkan bubur untukku. ] ... Sebagian besar pesannya adalah ancaman. Namun, seiring berjalannya waktu, dia makin cemas karena aku tidak membalas pesannya. Saat senja tiba, dia berdiri di depan dinding kaca dan menatap hamparan matahari terbenam dan bergumam pada dirinya sendiri, "Jadi, mau gimanapun, aku akan selalu jadi pihak yang dicampakkan? Evelyn, meski aku ini seekor anjing, kamu juga nggak mungkin campakkan aku dua kali, 'kan?"
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status