Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

Nada yang mengisi sunyinya, melengkapi kekurangannya, dan menjadi irama paling indah dalam hidupnya. Nada akan selalu tinggal di hati Sastra dan selamanya ... akan tetap di sana. ~~~~~~~~~~~~ ~ Luka yang pernah tercipta mungkin tidak akan mudah dilupakan. Namun, cinta yang tulus selalu mampu menyembuhkan. Kanietha ~~~~~~~~~~~~ Hula, Mba beb ter💙💙💙 Nada dan Sastra pamit undur diri dengan menyelipkan anaknya papa Raga di sana. Dan, kiss banyak2 karena sudah mengikuti sampai bab akhir 🤗🤗🤗
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 795 kali sebagai puisi sunyi
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Baca Semua Ulasan
Cinta Dalam Tiga Luka

Cinta Dalam Tiga Luka

Dalam benaknya, sebuah baris puisi muncul begitu saja. "Tak ada yang lebih sunyi dari mencintai seseorang yang tidur di sisimu, tapi hatinya entah di mana." Baris itu, sederhana tapi menelanjangi isi dadanya. Rania membacanya dengan suara gemetar di atas panggung malam itu, dan Bima, merasa seperti disayat diam-diam. Tak ada yang tahu bahwa rumah mewahnya sunyi, ia memang bisa memeluk istrinya tiap malam, tapi tanpa pernah merasa benar-benar dimiliki.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

Aku takut kamu… berharap terlalu banyak…” Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api Yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan Yang menjadikannya tiada === Sang Surya menyembunyikan diri di balik selimut gelap, memunculkan Sang Chandra yang bersinar temaram. Cahayanya tertutup beberapa awan yang berarak seperti iring-iringan peziarah menuju pekuburan. Cahaya lampu villa yang berleret-leret di kejauhan tak mampu menerangi areal persawahan di depan kediaman Pak De sehingga, tak menyisakan sedikitpun keindahan yang memukau saat pagi ataupun senja.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Aku harap ini takkan menjadi lagu terakhir yang kaunyanyikan untukku. . . . Ahhhh,,, malam, kira-kira apa yang kalian bayangkan jika membayangkan kata malam. Apakah sunyi? berbintang, atau rembulan? Wah, kau kuno sekali, pasti kau jarang Hang Out apalagi keluar malam, ya kan?
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Belenggu Cinta Sang Don Juan

Belenggu Cinta Sang Don Juan

“Aku hanya ingin sedikit udara segar. Di dalam terlalu sunyi.” Rafael meletakkan nampan di atas meja taman yang terbuat dari marmer, lalu menuangkan teh ke cangkir. Asap hangat mengepul, menyatu dengan kabut pagi. “Sunyi bisa jadi teman yang baik, Nyonya. Tapi kalau terlalu lama, ia berubah jadi musuh.” Alessia menatap uap teh itu, matanya sayu. “Aku pikir aku sudah terbiasa sendirian tapi di sini, entah kenapa kesunyian terasa lebih berat.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“See you too.” Aku chat Ribka untuk menanyakan apakah dia bisa diajak jalan, ternyata dia sibuk hari ini. Enaknya ngapain ya di kost seharian? Aku bingung mau melakukan aktifitas pagi ini. Memasak sudah, cuci pakaian sudah, dan membereskan kost juga sudah. Aku mau keluar untuk jalan-jalan sebentar saja juga malas karena sendiri meluluh. Entah kapan sampai begini, ternyata hidup sendiri enggak enak dan serba sendiri mau kemana-mana. Ya, begitulah dulu, aku pasang radio saja.Kemudian aku pasang radio yang kencang karena sudah lama aku tidak mendengar radio. Aku hanya terdiam, termenung, sambil menikmati alunan musik yang aku dengarkan, alunan musiknya membuat aku terhibur dan seketika itu, aku
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Syahadat Cinta

Syahadat Cinta

ucap Aira. “ Baiklah, semoga mimpi indah.” “Untukmu juga.” ∞ Sungai mengering, menjadi hamparan tandus Air membeku, menjadi gumpalan tak berbentuk Mentari menghilang dalam wajah kesunyian Rembulan tak bersinar, hilang tak bertuan Sepi menyergap, sunyi menyelimuti Pasrah dan doa bukanlah menyerah Semua bentuk penyerahan pada sang pencipta
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Pudarnya Rasa Cinta

Pudarnya Rasa Cinta

Begitu kalimat itu diucapkan, semua orang terdiam. Penyiksaan, kematian akibat ledakan, dua nyawa melayang. Setiap kata yang terucap begitu mengejutkan. Aku terpaku mendengar kata-kata Indra, tidak percaya sambil melihat ke perutku. Aku hamil? Anak ini masih begitu kecil, aku bahkan belum tahu keberadaannya, tetapi dia sudah harus meninggalkan dunia ini.
8.3114.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

tanya Aldo, memecah keheningan yang mulai terlalu tebal. "Kadang. Saat rumah terasa terlalu…" Raisa mencari kata. "Sunyi." Aldo menatapnya. Benar-benar menatap. Mata yang tidak berkedip. "Sunyi itu berbeda dengan sendiri." "Kamu bilang itu kemarin." Raisa ingat percakapan mereka di teras saat hujan pertama. "Dan kamu masih merasakannya." Bukan pertanyaan. Pernyataan. Seperti ia tahu. Seperti ia bisa melihat langsung ke dalam dada Raisa dan membaca semua kesepian yang tersimpan di sana.
19.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 733 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Langkahku menuruni jalur sempit di Lembah Aliran Sunyi terasa lebih berat dari sebelumnya. Udara di sini tidak hanya sunyi ia menekan. Bukan dengan kekuatan kasar, melainkan dengan ketidakhadiran irama. Seolah dunia di lembah ini menolak mengikuti siklus Qi yang kukenal. Gangguan di inti kembali berdenyut.
10873 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi sunyi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status