Gerbang Neraka: Desa Terakhir
Genta sunyi masih tergantung di tengah desa, berayun lembut tanpa angin, dan setiap dentingnya menggema langsung ke dalam tulang, bukan ke telinga.
Para penduduk beraktivitas seperti bayangan. Tak ada suara, hanya gerakan pelan, mata yang berkedip tak yakin, dan tangan yang terus menggenggam benda apapun demi menjaga kewarasan. Raka berdiri di depan rumahnya, memperhatikan sekeliling dengan mata letih. Di sisi lain, Lusi menggigil, berdiri di dekat sumur tua yang kini dikelilingi tali bambu dan jimat kering. Surya telah menulis tiga kali di papan kayu: “Kita tidak sendiri.”
Bab Populer