Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Tapi sesuatu yang selama ini tidak muncul.” Sunyi. Pelangi merasa napasnya sedikit lebih berat. Namun ia tidak mundur. Ia tetap berdiri. Dan mendengarkan. Lantunan itu kini berubah. Lebih dalam. Lebih lambat. Seperti nyanyian lama. Seperti sesuatu yang membawa cerita. Namun tidak bisa dipahami dengan kata. Pelangi memejamkan matanya. Dan di dalam gelap itu… ia melihat sesuatu.
853 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Matahari terbenam menyinari wajah-wajah tersenyum semua orang dengan warna keemasan. Melihat pemandangan harmonis di hadapannya, Windy tiba-tiba teringat sore di saat Yudha berlutut di dekat selokan untuk mencari cincin. "Ada apa?" Axel dengan peka menyadari Windy sedang termenung. Windy menggeleng dan menautkan jari-jari mereka. "Aku cuma merasa ... bahagia." Benar, bahagia. Tidak ada kecurigaan ataupun pengkhianatan, hanya restu tulus dari kedua keluarga.
15.2K viewsCompletedAdded to Library 333 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Selama kamu masih hidup, aku nggak akan ampuni kamu. [ Evelyn, kembalilah. Buatkan bubur untukku. ] ... Sebagian besar pesannya adalah ancaman. Namun, seiring berjalannya waktu, dia makin cemas karena aku tidak membalas pesannya. Saat senja tiba, dia berdiri di depan dinding kaca dan menatap hamparan matahari terbenam dan bergumam pada dirinya sendiri, "Jadi, mau gimanapun, aku akan selalu jadi pihak yang dicampakkan? Evelyn, meski aku ini seekor anjing, kamu juga nggak mungkin campakkan aku dua kali, 'kan?"
5.7K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Semua masih hanyut dalam pikiran masing-masing. “Karena penulisnya tidak sedang berbohong.” Sunyi kembali turun. Seisi kelas menatap ke arah Raka dan Pak Mahesa Lain halnya dengan Emma. Dia buru-buru memalingkan wajah. Dadanya terasa sesak aneh. Puisi Raka terlalu ambigu dan samar. Namun, justru itu yang membuatnya sulit diabaikan. Apakah itu tentang dirinya?
103.1K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as puisi sunyi
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
107.9K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Suara kendaraan belum ramai, langit masih pucat, dan angin membawa sisa embun dari taman di bawah. Entah kenapa, kesunyian itu terasa aneh—bukan menakutkan, tapi juga bukan damai. “Mungkin ini yang disebut sepi yang jujur,” gumamnya pelan. ⸻ Hari-hari setelahnya berjalan lambat tapi stabil. Nayla kembali menulis—bukan tentang cinta, bukan tentang kehilangan, tapi tentang waktu. Tentang bagaimana hidup terus berjalan meski semua yang kau genggam terlepas satu per satu.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi sunyi
Read
+Library
RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK

RESEP CINTA UNTUK HATI YANG RETAK

Ia adalah perjanjian sunyi antara dua jiwa yang berani tinggal, bahkan ketika cinta tak selalu berbunyi nyaring. Ia tentang pagi-pagi yang dimulai dengan mata sembab dan secangkir kopi yang dingin, tentang percakapan pendek yang kadang berakhir diam. Tentang belajar memahami jeda, menerima perbedaan, dan memilih untuk tetap saling menggenggam ketika dunia terasa terlalu gaduh.
10664 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Nada-nada yang dimainkan tidak hanya membawa ketenangan tetapi juga menyimpan sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang tak terucapkan namun bisa dirasakan oleh setiap jiwa yang mendengarnya. Fēng Dié Zhī Yuē - Janji Angin dan Kupu-Kupu Malam sunyi Bulan purnama bersinar Di langit sungai ungu gelap Gemericik air terjun Desau angin malam Membawa kelopak bunga wisteria Aroma harumnya merayu angin dan kupu-kupu Suara merdu seruling di kejauhan Denting senar guqin yang kesepian
103.6K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Malam: Refleksi Sunyi. Malam tiba, dan sesi refleksi ditutup dalam keheningan total. Peserta duduk menghadap lilin kecil, hanya menatap api yang berkelip-kelip. Tak ada kata-kata, hanya kehadiran. Anya merasakan betapa sunyi itu tak pernah benar-benar kosong—ia penuh dengan kehadiran, dengan kedamaian. Malam itu, Anya menulis di jurnalnya:
102.0K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

"Iya. Aku merasa lebih... sunyi. Tapi bukan kesepian. Sunyi yang tenang. Seperti... ruang di dalam diriku bertambah satu lapis, tapi bukan kosong. Lebih seperti ruang untuk mendengar." Rakasura memejamkan mata. "Itu karena gema itu tak pernah sepenuhnya hilang. Ia hanya menunggu tempat untuk tinggal." Senandung pelan mengalir dari bibir Ayu. Bukan lagu yang dikenal. Bukan juga mantra. Hanya irama lembut yang lahir dari hati, dari perasaan bahwa malam ini tak membawa ancaman, hanya pelukan lembut dari dunia yang diam-diam menyaksikan.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as puisi sunyi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status