Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suamiku Hanya Diam

Suamiku Hanya Diam

Ke esokan harinya, di pagi yang cerah dengan suara kicauan burung yanv berbunyi seperti membangunkan para orang oranh yang tengah tertidur. Matahari yang tadi malu malu menunjukan diri nya sekarang keluar perlahan demin perlahan. Cahaya terik yang menembus hordeng hotel membuat wanita yang tengah tertidur seperti buntalan kini terusik akan cahaya yang terik. “eughh..." lenguhan pun terdengar, wanita itu mengeliat lalu membuka mata nya. “jam berapa ini??" ucap nya dengan suara serak dan lemah.
926 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.1K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Hm, ada nomor baru tanpa nama. === Eksposisi Rahsa. Karya Someone Katakanlah, Kekasih Bagaimana bisa surga itu terbangun di atas punggungmu? Bagaimana bisa matahari tak terbit dari ufuk timur tetapi terbit dari ufuk matamu? Serta bagaimana bisa sungai Nil mengalir alun di nadimu? Tuhan begitu teliti menciptakan keindahan yang kritis sepertimu Begitu sani, membuat rinduku hampir habis garansi
104.1K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai Apakah engkau mengerti? Segala rasa dalam sanubari Yang memintamu tuk hadir di sini Tuk menenemani Agar mengasihi Karenamu .… Ku jadi begini Kuharus dapatkanmu Apapun yang terjadi! Kenapa aku membaca puisi ini, seolah puisi ini untukku? Siapa yang membuatnya? Semua karangan puisi yang aku buat, aku tidak pernah menemukan puisi yang seindah ini.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Cinta Diamnya Sang CEO

Cinta Diamnya Sang CEO

Aku masih mencoba membiasakan kedua bola mataku yang beradu langsung dengan sinar yang menyilaukan. Entah di mana aku. Yang jelas, tempat ini begitu sunyi juga damai. Aku merasakan damai, seperti di surga. Aku mengedarkan seluruh pandangan. Sepi. Sunyi. Dan putih. Tak ada siapapun di sini. Hanya aku. Angin bereembus perlahan. Menerbangkan beberapa helai rambut cokelatku yang tergerai bebas.
102.9K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

TERPISAH RIBUAN RINDU Di malam sunyi, hati gelisah Ribuan rindu menghampiri diri Pandangan mata terhenti pada langit Mencari bayangan yang pergi Kerinduan merajut benang sepi Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari
105.9K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Mengelus lembut rambut perempuan terhebatnya itu dan mengecup puncak kepalanya penuh cinta. “Terima kasih sudah ada dan mau berkomitmen untuk menemaniku di usia senjaku, Sayang. Kamu adalah matahari pagiku, matahari yang menyadarkan aku bahwa di ujung senja yang kemudian menggelap itu, masih akan ada mentari yang bersinar cerah keesokan paginya. Dan mentariku adalah kamu.” ----------------------------------------- END ------------------------------------------
9.9265.0K viewsCompletedAdded to Library 7.4K Times as puisi sunyi
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.8K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.3K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as puisi sunyi
Read
+Library
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku uraikan perasaan yang terpendam Mengalirkan cerita pada sang maha cinta Tentang dia Yang hadirnya tersimpan indah Dalam rajutan jiwa Gemerlapnya bintang-bintang Hanya nampak di malam hari Berperasaan yang kini terpendam Yang menyalakan lampu cintanya Di sunyinya malam dalam doa Mencintaimu dalam sunyi Itulah caraku Membiarkan kesunyian ini datang Dan kau pun menyapa dalam angan
102.8K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as puisi sunyi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status