Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
When I Was Blind

When I Was Blind

Prolog Ketika air langit jatuh, sudah pasti bumi akan basah. Entah gerimis, hujan petir, ataupun hujan es ... nyatanya aroma petrichor menandakan bahwa titik-titik air dari mega mendung itu telah mengecup tanah. Sama seperti satu alasan yang membuat aku buta sewaktu kecil. Entah itu alasan kecil, sedang, besar ....
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

────୨ৎ────────୨ৎ──── Aku angin yang menertawakan debu, ketika kuyup hujan memenuhi haribaan. Aku di gantang nelayan menarik perahu, untuk meriwayatkan kisah di tengah samudra. Memilah kata menjadi baitmu, itulah aku. Menghalau jengah, mengusir rindu. Menguliti pelangi untuk mewarnai hariku bersamamu, biar cinta indah sesuai harapku.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Mawar Layu di Musim Dingin Kedua

Mawar Layu di Musim Dingin Kedua

Tidak sanggup merasa terpojok seperti itu, akhirnya dia memilih mengundurkan diri. Aku memandangi deretan pesan di layar ponsel. Tidak ada sedikit pun gejolak di hatiku. Bagaimana akhirnya hidup mereka sudah lama bukan lagi sesuatu yang ingin kupedulikan. Sebulan kemudian. Baili memasuki musim hujan. Gerimis turun tanpa henti, membasahi jalanan berbatu. Bel pintu berbunyi.
21.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 451 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Menari Bersama Hujan

Menari Bersama Hujan

Ia membukanya perlahan, memperlihatkan selembar kertas dengan goresan tinta biru gelap. “Aku menulis lagu,” ucapnya. “Tapi tidak seperti lagu yang biasanya. Ini… semacam surat. Untukmu. Untuk dia juga, mungkin.” Meihui menoleh, dan Rain mulai membaca pelan: "Ketika hujan pertama jatuh setelah kepergianmu, dia duduk diam di bawah jendela. Aku melihatnya dari kejauhan, dan aku tahu—dia tidak sedang mencari pelangi, dia sedang menunggu reda.
810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU

ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU

Ampuni aku, faghfirlii Yaa Rabbi. *** PoV VIVIAN Hujan awal bulan November turun dengan deras. Bak ditumpahkan dari langit, airnya jatuh membasahi rumput hijau di halaman yang pasrah menampung tetesannya. Air itu lalu meresap, sebagian mengalir mengikuti kontur tanah.
10111.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

Tes … Tes … Tes … Tetes demi tetes rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Langit malam yang awalnya cerah terang benderang sinar rembulan, tiba-tiba saja berubah diselimuti awan mending yang berwarna hitam pekat. Tentu saja, tetes air hujan yang menyentuh tubuh Qiao Zhi Jing seketika membangunkannya dari lelapnya. Meskipun Qiao Zhi Jing telah menutupi kendi air itu dengan penutup papan kayu, tetapi air hujan tetap berhasil menembus celan papan. Reflek Qiao Zhi Jing membuka netranya seraya menyentuh pipinya yang basah karena tetesan air hujan. “Hujan? Apa lagi ini? Aisshh … .” Suasana hati Qiao Zhi Jing sangat kesal. Terlalu banyak hal yang menimpanya. Ia sangat frustasi.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 694 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah

Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah

Tetesan airnya mengenai kaca jendela mobil Jihan setelah beberapa saat. Jihan sudah seminggu tidak tidur nyenyak, dia menatap hujan yang turun dengan mata yang memerah. Dia mengatupkan bibirnya dengan lemah. Rasa putus asa yang mencekam hatinya sama seperti hujan yang turun dengan deras dan menghalangi jalan di depan sehingga orang yang berjalan di bawahnya tidak tahu harus ke mana ....
9.5958.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.9K kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Tampilkan Ulasan (255)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Its me Chika
Endingnya sebenernya bukan sad ending di Jihan dan Wina.. mereka meninggal krn memang umur mereka sdh tua (meski umur mereka gak sampai Lansia). Jihan meninggal krn penyakitnya dan wina meninggal krn depresi krn jihan meninggal.. mereka bahagia dg rumah tangganya meski gak smpe kakek nenek umurnya.
Baca Semua Ulasan
Diary Rain

Diary Rain

Harapan untuk sebuah kebahagiaan selalu ada. Tapi selalu ada harga yang harus dibayar. Apakah aku sanggup? Padahal luka ini belum kering. Luka ini selalu basah kembali, bersama hujan yang tiap kali turun.... ~(Rainisa Soedibjo Tunggal)~ Rain POV 2015 "Tidak!!!!"
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Pohon pohon bernari mengikuti irama angin. Tidak bisa dibayangkan jika bumi akan hancur hanya karena perbuatan satu orang gila. Argebi tidak akan rela. Hujan mulai menguyur, jatuh ke seng rumah menghasilkan suara bising. Gebi mengadahkan tangan keudara. Merasakan sensasi hujan ditengah malam. Dingim menusuk ketulang tapi tidak dihiraukan sama sekali.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Ia membutuhkan terapi sabar supaya kedua langkahnya bisa dipijakkan kembali. "Akhtar, Tuhan ingin memelukmu." Kata Pak Bagas perlahan, amat lembut, hingga suaranya membuat neon kamar redup. Keikhlasan batin Pak Bagas menerima takdir terserap rintik-rintik hujan. Hujan mendatangkan kegelisahan, menjelmakan pedih bagi burung-burung yang belum pulang ke sangkar. Hujan membawa getir jika kawannya diajak bertandang, guntur, badai, dan banjir bandang. Basahnya membekukan kehangatan senyum pedagang kaki lima. Percikannya di jejalanan adalah bunga air yang menciptakan benih kesuburan. Ya, hujan memang mendatangkan gelisah, namun juga menegakkan layunya makhluk hidup. Ada kesegaran yang dirindukan ge
105.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status