Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Kata-katanya lebih banyak, tapi lebih tajam dalam diam. Suatu malam, saat hujan turun pelan, Nara menemukan sebuah kertas terlipat rapi di atas meja makan. Tertulis: “Untuk Mama dan Papa, dari Alana.” --- Puisi itu ditulis dengan tangan mungil tapi rapi. Tidak indah secara teknis. Tapi menyayat dalam cara yang tak bisa ditiru siapa pun. --- Judul: Rumah Tanpa Alarm
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Ia hanya mengakui satu hal sederhana: ia sedang sendiri. Dan anehnya, di bawah hujan yang terus turun itu, Alma tidak menangis. Ia hanya berjalan, membiarkan basah menempel di tubuhnya, seolah berharap air hujan bisa meluruhkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah dijawab. Mungkin Gio benar, pikirnya. Bukan hujannya yang membuat orang jujur— melainkan sunyi yang datang bersamanya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Surat Dari Venus

Surat Dari Venus

Suara guntur bersahutan bagai genderang perang, yang menjadi tokoh utama bersama derasnya hujan. Ran sempat mengira, hujan akan selalu membawa kabar baik dan berperan sebagai pelepas letihnya. Musim yang paling ia sukai karena menjadi teman kala ia ingin kabur dari dunia yang menyesakkan. Ternyata, hujan bisa membawa kabar paling buruk, dan menjadi letih yang tak akan kunjung sembuh. Sepertinya, aku harus tinggal di langit agar tidak ada orang yang bisa menyentuhku.
9.95.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
FREL.

FREL.

Aku memejamkan mata sesaat, berusaha mengingat bait demi bait puisi yang pernah aku baca. "Kala hujan gerimis, bagai bunyi tambur mainan, anak-anak peri dunia yang gaib. Dan angin mendesah, mengeluh dan mendesah. Wahai, Dik Narti, aku cinta kepadamu! Ku—" "Ehm! Nama gue bukan Dik Narti, lho." Kak Kevan memotong puisiku seraya menahan tawanya. "Eh? Iya, ya? Bentar, bentar. Gue ganti lagi."
9.426.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 958 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Yunia Rina
iih.. gemes aku sama novel romantis gini.. sukaa.. jalan ceritanya seru. Mengingatkanku masa2 SMA. Pernah kesandung cinta segitiga juga hahaha.. Novelnya bagus nih kalo dibikin filmnya. Masih ditunggu yaa thor novel FREL season 2 (:
Baca Semua Ulasan
Terpaksa Menikah Dengan Mantan Suami Mbak Ku

Terpaksa Menikah Dengan Mantan Suami Mbak Ku

Sebatang pena tidak sanggup mengungkapkan perasaan yang terpendam di dalam dirinya. Hujan semakin deras, mengalir mebasahi tubuhnya. Indah merasakan air hujan mencium pipinya, tetes demi tetes, seolah membacakan cerita kesedihannya. Dalam diam, hujan memeluk Indah, menghapus sejumput kepedihan yang ada dalam hatinya.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Rain do for you

Rain do for you

Meskipun begitu, mereka selalu menjadi incaran para pria. "Hujan!" gumamnya sambil memandang rintik air yang berjatuhan. Ia tersenyum sinis seraya mendengus pelan. Dia merapatkan jubah tidurnya, merasakan dinginnya hujan yang menerjang badan. Terra benci hujan, ia tidak suka. Hujan membuatnya selalu teringat pada sesuatu yang sangat menyakitkan baginya. Dor!
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Istriku Meninggal Dihari Pernikahan Keduaku

Istriku Meninggal Dihari Pernikahan Keduaku

___*****____ POV HESTI harinya mendung, persis dengan perasaanku saat ini, bagaimana mungkin, perasaan itu harus terus mengalah dan di korbankan demi kepuasan seseorang. Hujan, setidaknya engkau lah mewakili rasa sakitku saat ini. Biarlah ku lewati sepiku, berteman rasa sakit yang membuncah di dada, menahan bulir bening yang ngamuk ingin keluar dari pelopak mata.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Aku menggeleng sebelum menjawab,"Nggak." "Bagus. Aku seneng dengernya." Demi mengisi kesunyian yang tiba-tiba terjadi di antara kami, aku bertanya apa yang membuatnya begitu mencintai hujan. Aksara dan hujan, merupakan dua hal yang tak bisa terpisahkan. Siapa pun tahu tentang hal itu. Sebab, hanya dialah satu-satunya mahasiswa yang menari seperti orang gila setiap kali hujan turun.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
sayang salah orang

sayang salah orang

Kenyataannya itu hanyalah prasangka yang menjeratkan diri untuk mendalamkan sosok hujan yang bermuara dan meluanhkan dalam bentuk kata untuk berbicara. Ah iya, hujan tak salah dan tak ada yang salah. Hanya situasi saja yang mendukung untuk mengungkap semua perasaan yang ingin dibuat indah. Hujan adalah pembawa rahmat untuk kita yang sedang berteduh dari kepulan sikap-sikap. Dan hujan adalah hal terbaik yang selalu dinanti kehadirannyaTeruntuk hati yang lelah Kemarilah, istirahatkan dirimu sejenak
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Badai Pun Belum Berlalu

Badai Pun Belum Berlalu

detik semakin mencekam pak hitam semakin menatap dengan tatapan yang penuh arti, keringat dingin mulai membasahi tangan ku, kenapa semakin sesak isi dada ini, suara pak hitam yang sangat wibawa membuyarkan degup jantungku, "ojo onok seng lungguh, wong gak ngerjakno tugas kok katene lungguh, pr mung limo ae ra kerjakne" (jangan ada yang duduk, kalian tidak mengerjakan tugas, tugas hanya lima soal saja kalian tidak mengerjakan). ucapnya pasti, kami segera menuju ke tempat duduk kami mengambil buku dan alat tulis kami, satu persatu dari kami segera mengambil posisi, tanpa duduk kami mengikuti pembelajaran matematika hari ini, dengan memaksa sedikit untuk berkonsentrasi aku mencoba tidak menghir
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi tentang hujan 1 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status