Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SALQUEEN

SALQUEEN

Karna luka ini butuh di obati Bukan kembali di sakiti Dan kalaupun di suruh membenci Aku ga bisa Karna aku ga akan pernah lupa Kalau kami pernah saling membahagiakan Bahwa kami pernah bahagia bersama Dan kami pernah saling mengukir keceriaan Walaupun semua hanya tinggal kenangan Masalah tidak dapat di salahkan dalam hal ini Karna masalah yang buat hidup lebih berwarna Karna masalah ada untuk mendewasakan Dan masalah itu yang buat kami sama sama belajar untuk menjadi dewasa Agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali Tapi dengan begitu kami harus siap untuk kehilangan Karna nyatanya ada berbagai macam hal mengapa kita bisa kehilangan Entah itu karna terpaksa Atau karna kecewa Maupun karna
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

Bagaimana rasanya merindukan seseorang yang tidak merindukan kita? Rasanya seperti memeluk pohon kaktus. Semakin erat kamu memeluk, maka akan semakin sakit. Aku melintas pada satu masa. Di mana kebahagiaanku menyertakan dirimu. Bila saja dulu aku peka terhadap perasaanmu, mungkin aku tak akan menderita seperti ini saat kehilanganmu. Meratapi semua waktu yang terlewatkan begitu saja, tak pernah sedikit pun aku bayangkan jika kehilanganmu jauh lebih menyeramkan dibanding berhadapan dengan dosen pembimbing skripsi. Jauh lebih sulit daripada mencari jarum ditumpukan jerami dan jauh lebih menyiksa daripada sakitnya datang bulan.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

kata Ayah. Dua tetes air jatuh dari mata saat aku memejam. Yeah, but my heart's been broken over and over again. Di antara semua, ini adalah yang paling konyol. Kehilangan sesuatu yang bahkan belum dimiliki. Seperti mengacungkan jari pada kupu-kupu yang terbang berharap dia akan hinggap. Namun, dia lebih memilih bunga yang manis, lalu aku menyesal.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 547 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

"Bukan, aku benar-benar sadar kalau aku salah, makanya aku datang mencarimu. Sayang ...." "Aku ulangi sekali lagi, kita sudah bercerai. Jangan panggil aku sayang lagi!" Akhirnya, Adeline kehilangan seluruh kesabarannya. "Morgan, aku sudah kasih kau kesempatan, tapi kau yang nggak tahu cara menghargainya. Jangan lupa, anak dalam kandunganku mati di tanganmu sendiri! Pada hari anak itu keguguran, aku memanggilmu, memintamu menoleh, memintamu menyelamatkanku, tapi yang kau pedulikan cuma Merry dan anaknya. Selama tiga hari aku dirawat di rumah sakit, kau bahkan nggak datang menjengukku sekali pun. Tahu apa yang kulihat saat keluar dari rumah sakit?"
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

--- Malam tiba dengan aroma tanah basah. Laras duduk di meja kerjanya, lampu kuning temaram menerangi halaman kosong di depannya. Ia mulai menulis bab baru. > “Tidak semua kehilangan menuntut air mata. Beberapa kehilangan justru mengajarkan kita cara melihat diri sendiri dari jarak yang baru.” Ia menulis berjam-jam tanpa berhenti. Jari-jarinya menari di atas kertas, pikirannya jernih, hatinya tenang.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang Hafidz

Istri Kontrak Sang Hafidz

* Aku tulis: *“Rindu yang dewasa tahu kapan harus menetap, dan kapan harus kembali ke langit. Tidak semua rindu harus bertemu. Tidak semua cinta harus dimiliki. Kadang, cukup tahu bahwa ia pernah ada… dan tetap indah meski tak berlanjut.” *** Keesokan harinya, aku memutuskan untuk pergi ke taman tempat dulu aku dan Rayyan sering duduk bersama. Tempat yang jadi saksi diamnya rasa, tapi juga saksi ketegaranku yang tumbuh perlahan. Aku duduk di bangku kayu yang sedikit lapuk, membuka buku catatan kecil, dan menulis satu kalimat: *“Hari ini aku belajar bahwa tidak semua kehilangan harus diartikan sebagai akhir. Kadang, kehilangan adalah awal dari pertemuan dengan versi diriku yang lebih kuat.”*
648 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Kehilangan Paling Menyakitkan, Dia Takkan Kembali

Kehilangan Paling Menyakitkan, Dia Takkan Kembali

' "Kamu ingat pertama kali kita pergi ke laut? Kamu berlari tanpa alas kaki di pantai, gaunmu basah terkena ombak ... kamu tertawa begitu bahagia ...." Suaranya mulai tercekat, aku mendengar dia menarik napas dalam-dalam. "Maaf ... maaf ... aku kehilangan kamu ...." Setetes air mata yang panas jatuh di punggung tanganku. Aku menghela napas dalam hati, 'Jangan menangis lagi, Aliando. Di antara kita, sudah nggak jelas lagi siapa yang berutang sama siapa.'
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Rinai bergemercik mendendangkan tahmid Seperti dedaunan bergerak-gerak melantunkan takbir Lembayung memesonakan indra, mengucap kidung kesyukuran Mata ini sembab, sesembab tebing-tebing disinggahi embun Ada lantunan dzikir di setiap hela embusan nafas Berucap tiada henti karena kehilangan Kudayungkan asa di senja-Mu yang megah Bilakah Engkau titipkan tulang rusuk yang Engkau kasihi? Seperti Engkau mengasihi seisi alam di senja ini Mengasihi sepasang merpati mengalunkan kepakan menuju bias cahaya Apakah ujian-Mu ini masih panjang? Apakah masih banyak kehilangan yang Engkau takdirkan untukku? Apakah masih banyak senja yang mesti kulalui dengan lantunan-lantunan panjatku pada-Mu?
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
WANITA YANG KUCERAIKAN

WANITA YANG KUCERAIKAN

Hatinya sakit seperti diremas sampai tidak ada sari ketika melihat wanita yang pernah menjadi istrinya itu sedang berbincang-bincang santai dengan laki-laki lain. Pak Halim yang lewat di depan anaknya itu batuk kecil. "Kalau sudah tiada, baru terasa. Bahws kehadirannya, sungguh berharganya." Pak Halim menyanyikan sebuah lagi legendaris yang sangat penuh arti. Randi pun tidak mau kalah, dia sengaja lewat depan Azril sambil membacakan puisi kehilangan yang pernah dia bacakan di depan pacarnya.
19.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status