Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kini Aku Melupakanmu

Kini Aku Melupakanmu

Aku melemparkan jaket yang tadi dia kenakan ke lantai, menundukkan kepala, dan menatap lemari yang kosong dengan penuh kekecewaan dan kesedihan. "Tidak apa-apa. Aku dan gaun itu sama, setelah ingatanku bersih, semuanya akan baik-baik saja." Aku cuma dicampakkan. Setelah ingatanku benar-benar hilang, aku bisa benar-benar melepaskannya. Saat sedang memikirkan itu, tiba-tiba otakku sakit parah, dan sebagian besar ingatanku menghilang.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Papan itu berisi tulisan: "Aku datang ke tempat ini tanpa nama, karena dunia telah mencabutnya dariku. Aku kehilangan rumah, karena aku terlalu lama mengira rumah adalah tempat yang bisa kutaklukkan. Aku kehilangan orang-orang yang kucintai, karena aku memilih menang daripada bersama. Selama bertahun-tahun, aku percaya bahwa dunia hanya terbagi dua: yang menghancurkan… dan yang dihancurkan. Aku memilih jadi yang pertama.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Sekarang Giliranku

Sekarang Giliranku

Semua harapan yang sempat tumbuh, selalu layu sebelum sempat mekar. Mentalnya terkikis sedikit demi sedikit. Jiwanya seperti benang tipis yang digesek pisau tajam berkali-kali. Setiap kehilangan, membuatnya semakin hampa, semakin merasa tak layak menjadi seorang ibu. Dan yang paling menyakitkan bukan hanya rasa kehilangan… tapi pertanyaan yang terus menghantui pikirannya. Apakah ini karma…? Atau hanya ujian yang terlalu panjang?
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Terperangkap Hasrat Tuan Mafia

Terperangkap Hasrat Tuan Mafia

Binar tersedu, pelan, berusaha menahan tangis yang sudah tak bisa dibendung lagi. “Kau tahu …” gumam Binar. "Rasanya sakit sekali merasa kehilangan dia kali. Dulu aku kehilangan seseorang yang bahkan aku tak mengingatnya sama sekali, dan sekarang... aku kehilangan seseorang yang bahkan belum sempat benar-benar kumiliki." Dan itu ... ucapan yang paling menusuk Matthias malam itu. Karena ia sadar, yang pertama adalah ... dia.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa

Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa

Al segera mengklik file tersebut, kemudian muncul bait-bait berisi sajak yang menyayat hati. Hadirmu adalah harap, Dan pergimu adalah sesal. Kau hadir, memberikan harapan indah tentang masa depan. Namun kau pergi, meninggalkan luka yang membekas entah sampai kapan. Maafkan Bunda yang lalai ini ... Maafkan Bunda yang lemah ini ...
9.965.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

“Memang apa yang kamu rasakan atau pikirkan ketika kamu lihat langit?” “Aku jadi teringat juga kata-kata kamu tentang ketika kita kehilangan seseorang. Kita terpuruk bukan karena tidak sempat ucapkan kata perpisahan, tapi bagaimana kita bisa belajar untuk hidup tanpa orang itu. Apakah menurut kamu aku bisa? Karena aku sudah beberapa kali kehilangan orang yang aku sayang,” “Kenapa gak? Kamu tangguh ‘kan?” sahut laki-laki berambut hitam itu sambil menatap gadis itu.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
NODA

NODA

Hingga akhirnya mata indah itu mulai mengembun. Kuraih tangan halus dan lembut yang menggambarkan kelemahan dan ketidak berdayaan itu kemudian menggenggamnya, erat. "Saya pernah merasakan dua kali kehilangan orang yang sama dan rasanya begitu patah, bagai raga tanpa nyawa. Maka jangan biarkan saya kehilangan untuk kesekian kalinya. Karena saya benar-benar akan mati."
9.9184.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai puisi tentang kehilangan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
ayoe rahayoe
Ku kejar dikau kemana² kak demi cerita ini. awal baca di apk merah, loncat ke ijo isi koin banyak² biar gk tertinggal bab kek di merah ternyata di ijo ceritanya mandeg beberapa hari,ada yg usulin apk ini dan sekaranglah daki disini demi dirimuhh kak novita .........
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
SALQUEEN

SALQUEEN

Karna luka ini butuh di obati Bukan kembali di sakiti Dan kalaupun di suruh membenci Aku ga bisa Karna aku ga akan pernah lupa Kalau kami pernah saling membahagiakan Bahwa kami pernah bahagia bersama Dan kami pernah saling mengukir keceriaan Walaupun semua hanya tinggal kenangan Masalah tidak dapat di salahkan dalam hal ini Karna masalah yang buat hidup lebih berwarna Karna masalah ada untuk mendewasakan Dan masalah itu yang buat kami sama sama belajar untuk menjadi dewasa Agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali Tapi dengan begitu kami harus siap untuk kehilangan Karna nyatanya ada berbagai macam hal mengapa kita bisa kehilangan Entah itu karna terpaksa Atau karna kecewa Maupun karna
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

Bagaimana rasanya merindukan seseorang yang tidak merindukan kita? Rasanya seperti memeluk pohon kaktus. Semakin erat kamu memeluk, maka akan semakin sakit. Aku melintas pada satu masa. Di mana kebahagiaanku menyertakan dirimu. Bila saja dulu aku peka terhadap perasaanmu, mungkin aku tak akan menderita seperti ini saat kehilanganmu. Meratapi semua waktu yang terlewatkan begitu saja, tak pernah sedikit pun aku bayangkan jika kehilanganmu jauh lebih menyeramkan dibanding berhadapan dengan dosen pembimbing skripsi. Jauh lebih sulit daripada mencari jarum ditumpukan jerami dan jauh lebih menyiksa daripada sakitnya datang bulan.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status