Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Puing-puing Beberapa waktu setelah penyerangan bangsa Lor. Pada akhirnya, yang tersisa dari sebuah peperangan hanyalah reruntuhan dan luka. Fisik dan mental. Puing-puing kesedihan yang tak dapat diwakilkan oleh apapun. Bahkan tidak oleh ratapan air mata! Karena rasa kehilangan itu, kehancuran itu, amarah itu, dan kesakitan itu terlalu dalam menoreh trauma yang tak bisa dipulihkan. Terkadang mata hanya bisa memandang, namun hati lebih terasa mati tatkala keserakahan makhluk mengalahkan nurani! Seperti mereka!
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Godaan Ibu Kos Cantik

Godaan Ibu Kos Cantik

“Siapa kamu sebenarnya?” “Aku … perempuan yang tanpa sadar terbuang karena ulah kalian. Gara-gara kalian … aku kehilangan banyak hal.” Brakk! Sesuatu terdengar jatuh keras. Mungkin tiang kayu yang rubuh dilalap api, loteng triplek atau … entah apa. “Aku ingin kalian juga merasakan kehilangan yang sama. Mati! Aku ingin kalian hidup menderita karena dipisahkan kematian!”
10237.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Atapnya runtuh, papan kayunya lapuk, tapi di rak paling belakang masih ada sisa lembaran yang belum terbakar—puisi yang ditulis Rendra untuknya. Tulisannya miring, terburu-buru, tapi setiap kata terasa hidup kembali dalam hujan yang menetes di atas kertas itu: "Jika suatu hari kota ini hilang, percayalah—aku akan tetap mencarimu di antara abu dan langit yang retak." Aira menggenggam kertas itu erat-erat. Jemarinya bergetar, bukan karena dingin, tapi karena takut kehilangan lagi sesuatu yang bahkan tak lagi nyata.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

“Rasanya seperti kehilangan sesuatu yang belum benar-benar pergi.” Jay menunduk sedikit, bukan sebagai tanda tunduk, melainkan empati. “Jika boleh bicara jujur, Yang Mulia,” katanya, “kehilangan paling berbahaya bukanlah ketika seseorang pergi. Melainkan ketika ia berhenti berharap.” Dirian membuka mata. Tatapannya kosong sejenak, lalu perlahan mengeras bukan menjadi dingin, melainkan penuh tekad yang tercampur rasa takut.
9.6412.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.0K kali sebagai puisi tentang kehilangan
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Raisaa
Halo kakak pembaca semua yg baik hati dn masih setia dgn cerita ini.terimakasih banyak dn terimakasih krn terus mendukung cerita sy. sejauh ini sy Gk kehabisan ide dn ceritanya sesuai alur. terimakasih sy pd kakak semua yg msh berdiri disamping sy utk kawal cerita ini smpe akhir, sabar ya utk alurny
Agis Sat
aku dukung lagi kak..aku harap novel ini bisa masuk top 20,top 10 bahkan top 3.menurutku dirian&selene saling mencintai,mungkin dirian masih berpikir dia mencintai viviene tp menurutku dia mencintai istrinya tp belum menyadari perasaan sendiri.buat hubungan mereka semakin kuat dg konflik.sukses kak.
Baca Semua Ulasan
Istriku Hanya di Atas Kertas

Istriku Hanya di Atas Kertas

“Bagaimana tidak? Setiap tempat yang aku datangi selalu berakhir sama—kehancuran. Nairobi, Swiss, Elbrus… semuanya hancur. Semua orang yang aku cintai hilang satu per satu. Apa gunanya aku hidup kalau hanya untuk meninggalkan jejak kehancuran di mana pun aku pergi?” Rayden menggenggam bahunya, kuat tapi lembut. “Karena kalau kau mati, semua pengorbanan itu benar-benar tidak berarti. Karena dunia masih butuh seseorang yang tahu apa itu kehilangan. Dunia butuhmu.”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
CEO Bertopeng Giok

CEO Bertopeng Giok

Ia menemukan sebuah paragraf pendek yang ia baca dengan suara pelan namun mantap. "Hari ini aku menunjukkan padanya sebuah ingatan. Ingatan tentang ibuku yang meninggal saat aku masih kecil. Aku membiarkannya merasakan kesedihanku yang paling dalam. Ajaibnya, aku merasakan sesuatu darinya sebagai balasan. Bukan kata-kata. Hanya sebuah perasaan. Perasaan kehilangan yang sama, kehilangan akan langit, angin, dan kebebasan. Untuk sesaat, kami tidak lagi tawanan dan penjaga. Kami hanyalah dua jiwa yang sama-sama berduka."
893 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku

Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku

Aku bisa merasakan dia menyembunyikan sesuatu dariku. Dengan sabar, aku bertanya, "Ceritakan padaku, bagaimana kamu meninggal?" Dengan suara bergetar, Felix menjawab, "Setelah mendengar kabar kematianmu, aku benar-benar kehilangan harapan hidup. Aku melepaskan kendali setir di jalan ... " Dadaku terasa nyeri, aku tidak menyangka dia begitu bodoh sampai-sampai memilih mati bersamaku.
14.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Mencintainya adalah juga seperti mencintai orang tua. Air mata mengalir deras. Perpisahan adalah sebuah kepastian. Karena hidup bukanlah tentang memiliki dan mengunpulkan. Hidup adalah tentang kehilangan. Sedikit demi sedikit, satu demi satu. Mereka pergi. Karena hidup adalah kematian. Tahu-tahu gurunya menghilang begitu saja. Tanpa salam perpisahan. Tanpa ada ujar-ujaran kebajikan. Tanpa ada tanda mata. Tak pula ada lambaian tangan. Semua hilang dalam sunyi.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 4 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Pernah kehilangan karena sebuah perpisahan yang menginginkan salah satu ikatan terlepas kadang meninggalkan jejak bekas luka. Seperti kulit tergores belati hingga memberi keperihan yang terasa sakit meski sudah mengering dan menghilang. Hati Alsaki tidak ubahnya seperti demikian.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
CINTA YANG HILANG

CINTA YANG HILANG

kata Adelia lagi. ‘Hah? Apa aku tidak salah dengar! Hari bahagia, bukankah itu malah sebaliknya. Aku tidak yakin besok akan manjadi hari bahagiaku, yang ada besok adalah hari dimana penderitaku bermula. Ya Tuhan... apakah engkau tidak kasian padaku, selama ini aku selalu hidup dalam kesulitan. Bisakah aku pergi saja dari sini, meninggalkan kenyataan ini. Aku tidak mau menikah dengan laki-laki itu,’ batin Yutta.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi tentang kehilangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status