Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

“Apa maksudmu?” Kakakku menggeleng, memberiku senyum pilu. “Larilah. Tanpa menoleh ke belakang. Jangan menungguku. Ambil tas itu, lalu segera pergi dari rumah, oke? Jangan pedulikan aku. Masih ada yang harus kuurus di festival ini.” “Kakak membangun stan di sini? Pekerjaan OSIS?” Matanya langsung melebar. Dia terkejut. Dan beberapa detik setelahnya, dia menahan air mata. “Oh, tidak. Aku tidak siap kehilanganmu.”
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

“Tahan-tahan ya, Ka, sama Oshi. Mas aja yang berusaha deketin dia dari sejak Caraka minta Mas buat jagain Ibu sama Oshi, sampe sekarang masih dikacangin, apalagi kamu yang seumur toge.” Arka mendengkus kesal. “Mas, di mana-mana tuh orang ngasih perbandingan seumur jagung, kenapa ke aku jadi seumur toge?” “Ya kan belum tiga bulan juga kamu kenal Oshi, nggak bisa dibilang seumur jagung.”
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar Kakak Ipar

Obsesi Liar Kakak Ipar

Ada rasa bangga, haru, namun di sisi lain, ingatan tentang kemiripan wajah sang bayi dengan Angkasa semalam kembali melintas di benaknya. ​Kakek menghela napas panjang, lalu menepuk pundak kokoh Angkasa perlahan. "Kamu sungguh kakak ipar yang sangat perhatian, Angkasa. Kakek sangat bangga padamu. Setidaknya, Bintang tidak sendirian di sini karena memiliki kakak ipar bertanggung jawab seperti kamu," sahut sang kakek dengan nada bicara yang penuh arti.
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 760 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
The Princess Troublemaker

The Princess Troublemaker

“Mau kemana kalian?! Mau dihukuㅡ” “Aaah, bacot lo!” tukas Jessica sebal. Satu lapangan terperangah, syok berat mendengar suara Jessica. Gadis itu ingin menantang maut sampai-sampai melawan anak-anak OSIS yang mendapatkan kuasa istimewa di Bina Bangsa, ya? Jessica bergerak maju dan membaca nama sang kakak kelas sebelum menepuk-nepuk pipi Setha.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

53. Suami Penggantiku Kakak Iparku. Empat Tahun Berlalu. Penulis : Lusia Sudarti "Mbak, ada yang ingin Nay sampaikan sama Mbak dan Ibu," ujar Naysila dengan wajah serius menatap sang Kakak. "Apa itu Dek?" Part 53 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
Saat semua Memihak Kakakku

Saat semua Memihak Kakakku

Dia menatapku dan memperingatkan, “Jeni, kita ini keluarga, Lina juga nggak akan melapor polisi. Cepat minta maaf di depan para penggemar dan akui pada mereka bahwa Lina adalah penulisnya! Jangan keterlaluan!” Aku sangat muak dengan kepalsuannya. Saat aku ingin melawan, ada orang yang lebih dulu berbicara, “Aku melihat Jeni yang menulis karya luar biasa ini sendiri. Kenapa tiba-tiba menuduhnya mencuri karya kakaknya?” Seorang kakek berpakaian kuno dengan berwibawa muncul di sampingku, membuat suasana menjadi ramai. Dia adalah Kakek Sugi, pemenang penghargaan Nobel Sastra, sekaligus sahabatku yang jauh lebih tua. Beliau memiliki reputasi di dunia sastra internasional.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

Ada yang berkacak pinggang memarahi siswa yang tak bisa diam, ada yang saling menggoda demi memenuhi kencan mereka, dan berbagai macam tipe yang dapat merrka temukan. "Kali ini kakak beri kalian satu jam untuk membuat puisi bertema bebas. Setiap kelompok harus menyediakan satu korban untuk membacakan puisi di depan kita semua. Disini ada berapa kelompok ya?" Ketua osis itu tampak menghitung jumlah kelompok. Untung saja ada anggota-nya yang langsung menjawab sehingga tak perlu menghabiskan waktu. "ada tiga belas kelompok, Dit!"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Tanpa ragu sedikit pun, hujan pukulan dan tendangan pun mendarat di tubuhku. Aku menggertakkan gigi, menelan semua rintihan dan erangan kesakitan ke dalam perut. Tulang-tulangku terasa seperti diretakin dan organ dalamku juga seperti bergeser dari tempatnya. Teriakannya terus terdengar, “Kamu pikir kamu siapa?! Hanya wanita murahan yang mengemis cinta!” “Sudah kubilang, aku kakaknya! Kalau nggak percaya, tanya sendiri pada Oscar! Telepon dia sekarang, biar aku bicara dengannya!”
13.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 442 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia untuk Kakak Ipar

Istri Rahasia untuk Kakak Ipar

Buk! Kalimat Rasya terputus saat sebuah tubuh mungil menabrak bagian samping kaki jenjangnya. Aleya yang sedang asyik berlari sambil membawa balon berbentuk kelinci tidak sengaja kehilangan keseimbangan dan menabrak Rasya. "Aduh!" Rasya memekik kesal, langsung mundur satu langkah sambil mengibaskan gaun mahalnya. "Eh, anak siapa sih ini? Jalan pakai mata dong! Jangan mengotori bajuku!"
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
Awas Kesetrum!

Awas Kesetrum!

Meja-meja penuh dengan murid yang mencondongkan badan, saling berbisik dengan mata berbinar penuh gosip. “Eh, eh! Katanya semalam ada yang manggil Ketua OSIS dengan sebutan Kakak Ipar!?” seorang murid cewek menunduk ke arah temannya, suaranya penuh sensasi. “Apa?! Ketua OSIS Nathan? Jadi dia udah punya pacar?!” sahut temannya, terlalu kencang sampai tiga meja di sekitarnya langsung ikut menoleh.
10980 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi untuk kakak osis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status