Bias Cinta
puji Bias lalu menyambar cepat bibir istrinya, “istri siapa dulu, ya, kan!”
“Papamu narsis, Dek!” seru Cinta menunduk sambil mengusap perutnya, “jangan ditiru, ya!”
Bias tertawa. Menunduk dan ikut mengusap perut istrinya. “Yang ditiru yang baik-baik aja. Jangan galak-galak seperti mamamu.”
“Kalau cewek, nggak papa galak,” kilah Cinta membela diri, “jangan menye-menye! Buktinya, biar galak begini, papamu cinta mati.”