Dosen Dudaku
Cup
Kukecup pipinya dengan lembut.
Cup
Kukecup lagi pipi sebelahnya. Tangan kanannya yang sudah memakai cincin dariku, ikut kukecup juga. Tunggu, ada yang bereaksi di bawah sana. Aku melotot tidak percaya. Sejak lama sudah dia mati suri, tepatnya sejak kejadian silam yang penuh misteri, membuatnya hilang kejantanan alias impoten dan tidak pernah bereaksi lagi. Namun malam ini, hanya dengan menikmati wajah Andini yang terlelap, mampu membuat senjataku sigap menyapa.
الفصول الرائجة