PRAS, and his destiny
“Saya tumbuh bukan dari keluarga yang sering menghabiskan waktu bersama, bahkan sekedar sarapan, makan malam bersama, atau bertanya kabar apa yang terjadi dihari itu saja, bisa dihitung beberapa kali momen itu terjadi. Tapi, bukan berarti saya kurang kasih sayang, tidak. Keluarga saya mementingkan kualitas, bukan kuantitas. Lucunya, hal itu tak bisa saya terapkan sekarang. Selain zaman sudah berbeda, saya termasuk penganut hal konvensional untuk urusan keluarga. Saya tidak mau keluarga saya, terutama anak-anak saya, tidak mendapatkan perhatian dari kami, saya dan Laurent.”
Pras menatap ke arah kamera sesuai arahan floor director. “Intinya, uang tidak akan bisa membeli kebahagiaan batin, kelu
Sikat na Kabanata