Menantu yang Baik
Suara suamiku terdengar hangat dan familier, "Sayang, akhir-akhir ini semuanya berjalan sangat lancar, mungkin aku bisa pulang hari Jumat. Apa yang kamu inginkan? Aku akan membawanya untukmu."
"Aku... tidak menginginkan apa pun, asal kamu pulang saja," jawabku dengan tenang. Setiap kata seperti menari di ujung pisau, aku sangat waspada, karena khawatir akan memperlihatkan kegugupanku.
Marvin diam-diam membuka pintu kamarku dan berjalan ke arahku saat aku sedang bertelepon dengan suamiku.
"Aku ingat kamu suka kue basah tradisional di sini, bagaimana kalau aku membawanya..."