Suami Titipan
Sesaat, ia terkikik miris melihat kelakuan tak berakhlak, tak beragama, sekaligus tak ber-Tuhan tersebut.
Bagaimana tidak, ia bukan hendak menunaikan salat Dhuha. Melainkan ibadah wajib Subuh. Itupun, ia dapat terbangun lima belas menit lalu karena nada panggilan telepon dari Avicenna. Jika tidak, ia akan mengira adzan Dzuhur sebagai adzan Subuh. “Salat Subrang, Char... Subuh kabeurangan, alias subuh kesiangan.” Avicenna tertawa cekikikan sambil memakan nasi pecel.
Bab Populer