Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Saudara Angkatku, Rivalku

Saudara Angkatku, Rivalku

Begitu mereka cukup dekat, wanita itu langsung menoleh, dan wajahnya berubah kagett melihat Raka muncul bersama seorang perempuan asing. “Raka!” serunya tajam. “Kamu dari mana aja, hah?! Kami nyariin kamu hampir sejam!” Raka langsung bersembunyi di belakang Elira, menggenggam gaunnya erat-erat. Elira melangkah maju dengan sopan, mencoba menengahi suasana yang mulai tegang. “Maaf. Jangan berkata kasar di depan anak. Raka tadi tersesat.”
103.1K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as rak sudut
Read
+Library
Darah dan Takdir

Darah dan Takdir

Setiap orang tahu, istirahat hanyalah ilusi sesaat sebelum badai kembali menghantam. Di sudut gua, Raka berdiri dengan punggung bersandar pada dinding batu, matanya tak pernah lepas dari mulut gua yang samar-samar diterangi oleh cahaya pagi. Tangannya tetap menggenggam gagang pedang, dan telinganya awas mendengarkan setiap suara di sekitar. Saraswati duduk di dekatnya, mengamati para pengikut mereka yang mulai bergerak, beberapa di antara mereka merapikan barang-barang, sementara yang lain memeriksa luka-luka mereka. Namun, ada sesuatu yang mengganggu Saraswati.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as rak sudut
Read
+Library
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

tepukan pada pundak dari Bu Warung membuatku tersentak. “A--apa. Bu?” Aku tergagap. “Itu rujaknya sudah jadi.” Bu Warung menunjuk ke arah depan. “Astaghfirulloh, Mas. Maaf.” Aku merasa tak enak, ternyata penjual rujak tersebut sudah mematung tak jauh dariku sambil menyodorkan satu plastik rujak yang sudah dibuatnya.
1094.3K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as rak sudut
Read
+Library
365 Hari Jadi Istrimu

365 Hari Jadi Istrimu

Raka memilih meja di sudut yang paling gelap, terlindung oleh sekat bambu tipis. "Duduk, Ka. Jangan kaku begitu," ucap Raka sambil menarik kursi kayu. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja muncul kembali setelah bertahun-tahun menghilang dengan dendam.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as rak sudut
Read
+Library
Psycho Pathos

Psycho Pathos

Ia terlihat tenang membaca sebuah buku, tidak terusik sedikit pun dengan kebisingan di sekitar, sesekali matanya liar menyapu pandang ke seluruh ruang cafe. Denting pintu cafe berbunyi diiringi sepasang manusia yang masuk dan langsung memilih kursi yang berada di sudut ruangan. Posisi paling strategis untuk memperhatikan setiap pengunjung yang keluar masuk. “Kenapa kau sangat senang sekali, memilih duduk di sudut ini?” tanya Pandu pada Raksi yang sedang memilih menu untuk makan malamnya.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as rak sudut
Read
+Library
RACUN UNTUK MADUKU

RACUN UNTUK MADUKU

RACUN UNTUK MADUKU Bab 1 Aku merapikan tempat tidur anakku, melipat selimutnya bergambar Spiderman berwarna biru. Sesekali menepuk-nepuk bantal dan juga guling. Plok Seketika aku menoleh ke lantai membersihkan tempat tidur anakku dengan sapu lidi yang biasa aku gunakan. "Apa itu?" gumamku pelan. Lalu kembali memperhatikan benda yang tidak asing lagi di mataku. Perlahan namun pasti langkahku mendekati benda tersebut.
18.9K viewsCompletedAdded to Library 472 Times as rak sudut
Read
+Library
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

— Di rumah, suasana seperti biasa. Tenang. Hangat. Tidak banyak kata. Tapi penuh rasa cukup. Rafa duduk di lantai lagi. Anggi di dekat jendela. Rendra dengan bukunya. — “Aku baru sadar sesuatu,” kata Rafa tiba-tiba. Mereka berdua menoleh. “Apa?” tanya Anggi. Rafa berpikir sebentar. “Dulu aku bikin Sudut Napas supaya orang punya tempat buat tenang.”
2.1K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as rak sudut
Read
+Library
Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku

Mendadak Jadi Pengantin Kekasih Sahabatku

Dan sesaat kemudian ia tersenyum kecil, seperti telah menemukan apa yang dia cari. Seketika aku melempar pandangan ke arah dimana mata Raka tertuju. Ternyata ke sudut sebelah kiri. Dari kejauhan aku bisa melihat ada Arya yang duduk di sana dan kini ia pun tengah menatap ke arah kami. Hah! Pantas saja Raka seposesif ini, ternyata ada tujuannya.
1023.1K viewsCompletedAdded to Library 879 Times as rak sudut
Read
+Library
Mengandung Anak Suami Musuh

Mengandung Anak Suami Musuh

Matanya tertuju pada satu titik yang membuatnya ngeri, sebuah pintu penghubung di sudut ruangan. ​Pintu itu sebenarnya tersembunyi dengan cerdik di balik rak partisi besar yang dipenuhi jajaran buku dan hiasan dinding. Sekilas, orang tidak akan menyadari keberadaannya. Namun saat ini, rak itu tampak sedikit tergeser, memperlihatkan pintu penghubung yang terbuka lebar, seolah sengaja menunjukkan jalan masuk rahasia bagi seseorang dari ruangan sebelah.
101.3K viewsOn holdAdded to Library 47 Times as rak sudut
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Di beberapa dinding batu, muncul coretan: “Suar adalah saksi, bukan senjata.” Di sisi lain kota, Rakis berdiri di depan pengikutnya yang kini mencapai ratusan. Dia mengenakan sarung tangan hitam berdesain spiral biru dan berbicara lantang: “Kita tidak memaksa. Kita membangkitkan. Tilangkar butuh arah, dan Suar telah memilih kami. Jika suara malam menyentuhmu, itu bukan kutukan—itu panggilan.”
102.0K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as rak sudut
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status