Darah dan Takdir
Setiap orang tahu, istirahat hanyalah ilusi sesaat sebelum badai kembali menghantam.
Di sudut gua, Raka berdiri dengan punggung bersandar pada dinding batu, matanya tak pernah lepas dari mulut gua yang samar-samar diterangi oleh cahaya pagi. Tangannya tetap menggenggam gagang pedang, dan telinganya awas mendengarkan setiap suara di sekitar. Saraswati duduk di dekatnya, mengamati para pengikut mereka yang mulai bergerak, beberapa di antara mereka merapikan barang-barang, sementara yang lain memeriksa luka-luka mereka. Namun, ada sesuatu yang mengganggu Saraswati.
Bab Populer