Rapuh
Tatapan mata Runi yang begitu tulus mengobati Syam membuatnya merasa sangat bersyukur karena telah ditolong oleh Runi yang sebelumnya tidak dikenalnya.
"Thanks ya, lo udah nolongin gue," ucap Syam yang menatap wajah Runi tajam.
"Sama-sama, lagian lo kenapa sampai dikeroyok begitu si?" tanya Runi penasaran.
"Gue nggak sengaja nimpuk salah satu dari mereka dengan botol bekas, dan mereka marah besar." jelas Syam masih menahan sakit.
Runi yang ingin berangkat bekerja itu akhirnya menyadari bahwa dirinya sudah terlalu lama bersama Syam, dan harus segera pergi karena Siska sudah lebih dulu berangkat.
Hot Chapters