Tuan, Aku Hamil!
Keningku mengernyit dalam kebingungan, tapi aku masih terlalu terhanyut dalam kehangatan itu, sampai akhirnya… sesuatu dengan paksa membuka salah satu kelopak mataku.
Mataku terbuka, dan yang kulihat di hadapanku bukanlah Gavin. Bukan. Melainkan wajah Prince yang penuh tawa jahil, matanya bersinar-sinar, bibirnya mengembang dalam senyum lebar.
“Prince!” seruku terkejut, setengah tertawa dan setengah bingung, mencoba menarik diriku dari mimpi yang baru saja terputus secara tiba-tiba.