Dari Budak Menjadi Bencana
Dia hanya memandang dari kejauhan, seperti melihat binatang buas yang terluka.
Tua Bangka mendekatiku saat aku duduk di sudut, memandangi tiga batu kecil di tanganku.
"Sudah kukatakan,"bisiknya. "Sekarang kau mengerti. Dia memberimu kekuatan, tapi kekuatan itu adalah cambuk yang menggerakkanmu menuju liang kuburmu sendiri. Atau..." dia membuat jeda, matanya menyipit, "...menuju sesuatu yang lain."