REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
Di hadapannya terbentang cermin langit, lempeng besar dari cahaya cair yang memantulkan dunia manusia.
Tangannya bergerak di atas permukaannya, dan setiap kali ia menyentuhnya, ribuan bayangan manusia muncul — berjalan, tertawa, hidup tanpa tahu bahwa mereka sedang diawasi oleh dewi dari dunia lain.
Matanya memicing.
“Begitu banyak… wajah fana,” gumamnya.
“Begitu lemah, namun begitu bebas.”
Cahaya peraknya berdenyut dari irisnya, memperbesar pandangan pada satu area — tepi pantai di mana jejak Lucan terakhir muncul.