Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

teriak Byakta dan kembali membersihkan kamarnya. Speranza melongo. "Dia memaki ku?" gumam Speranza tak percaya. Dia berdiri dan mengambil bantal yang dilemparkan Byakta ke arahnya. Speranza melempar bantal itu ke arah Byakta dengan sangat kuat. "JANGAN PERNAH MEMAKI KU, BRENGSEK!!" teriak Speranza menatap Byakta dengan tajam. Byakta yang mendapatkan perlakuan itu kesal setengah mati. Dia menggulung lengan bajunya yang pendek dan mengambil bantal yang berada diatas ranjang.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as respati
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

katanya menatap langit-lagit dengan lipatan tangan di depan dada. ** Verdi diam kesusahan meneguk saliva. Hanya dengan sebuah sodoran lipatan kertas itu, berhasil membuat Pak Rahmat meliriknya lagi dengan wajah biasa, tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Sedikit demi sedikit, Pak Rahmat membuka lipatan itu setelah mendapat tatapan histeris dari Verdi. Ia membuka perlahan dengan ekspresi datar dan lagi-lagi melirik Verdi.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as respati
Read
+Library
IPRIT

IPRIT

Napasnya sedikit longgar, tidak sesak seperti tadi. Rima melayang mendekati Sapto, wangi melati tercium santer. Lelaki itu mencoba untuk memukul dari jarak dekat. Diambilnya ancang-ancang untuk menggempur Risma. "Hihihi hihihi hihihi ... coba kalau bisa, Sapto!" serunya sambil cekikikan. dia melambungkan buah leunca ke atas, kemudian ditangkap kembali dan langsung dipencetnya.
1052.4K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as respati
Read
+Library
Rafnindita

Rafnindita

Drrt Getaran ponsel menyadarkan Anin dari lamunannya. Anin melirik ponselnya yang bergetar. Ia bangkit dari posisinya untuk mengambil ponsel yang terletak di nakas samping ranjang. Keningnya berkerut, nomor tidak dikenal tertera pada layar ponselnya. From: +62 81213456789 Saya Rafa. Apakah bisa makan malam di rumah saya?
101.9K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as respati
Read
+Library
ANATASYA

ANATASYA

pamit Bi Ratna. "Iya, Bi." Rendra mengangguk. Karena merasa bosan, Rendra membuka handphonenya. Rendra melihat foto Ana yang di jadikan wallpaper di handphone Rendra. "An, kok lo gemesin banget sih." "Jadi kangen lagi kan," Rendra menekan tombol telepon, di layar handphonenya. Panggilannya berdering. Tidak berselang lama sapaan seorang gadis dari sebrang terdengar.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as respati
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Aji segera mengambil Defibrilator -alat pemacu jantung, lalu dengan perlahan di tempelkan ke dada Mawar, memberi arahan kepada suster yang sudah siap siaga lalu dia menekan alat itu berulang kali. "Hhaaaah" Mawar membuka kedua matanya, mata itu melotot sempurna dan mulutnya terbuka. "Buka matamu, nona." Ucap Aji, saat menyadari Mawar telah menutup matanya kembali. "Nona?" Aji mengguncang tubuh Mawar, bermaksud membuat Mawar kembali sadar. "Panggil dokter Damien." Titah Aji kepada Suster, dokter Damien adalah dokter spesialis jantung yang dipercayakan Nico untuk merawat Mawar.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 227 Times as respati
Read
+Library
MARNI

MARNI

Rasa m u a l membuat Pak Radhi m e m u n t a h k a n cairan m e r a h kental. "Rogo siji tetep siji, banjur njaluk rogo sing anyar. Gelap pandeleng lan bathin, arep nggawe kowe m a t i," **"Raga satu tetap satu, kemudian meminta raga yang baru. Gelap mata dan batin akan membuat mu m a t i." Marni mengucap japa mantra dengan cepat. "Aaaaaaaaa ... !!!" Teriakan berat, bercampur serak mengema di ruangan itu, Pak Radhi tercekat menghembuskan nafas.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as respati
Read
+Library
Vila Melati

Vila Melati

Setelah itu, mengelap furniture dengan kain. Di sini, semua perabot berbahan baku kayu jati termasuk lantai vila. Oleh sebab itu membersihkannya tak pakai air. Cukup dengan kain berserat khusus. Tiga jam berlalu. Tepat jam sembilan malam, waktunya break makan. Makanan diantar oleh Bang Satro dari dapur mess yang dimasaki Mbok Inem. Usai makan, kulanjutkan tugas. Kali ini membersihkan jendela seluruh kamar dan totalnya 20 kamar.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as respati
Read
+Library
RANIA

RANIA

Hoamm Rania merasakan hembusan nafas di pipinya dan juga beban di perutnya, perlahan tapi pasti dia menolehkan matanya kesamping dan what the. Ketika rania akan berteriak dia teringat kejadian kemarin, dia sudah menikah. Bagaimana bisa ia melupakannya, bodoh. Dia beranjak dari tidurnya untuk mandi, setelahnya dia turun untuk membuat sarapan untuk nya dan em suaminya. Sepuluh menit rania berkutat didapur, memasak nasi goreng telur mata sapi dan Blberes, rania sudah selesai memasak dia kembali memasuki kamarnya untuk membangunkan arya.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as respati
Read
+Library
TITISAN

TITISAN

“Makasih, Sep.” Sambil berjalan, Faisal menunjukkan batu giok pemberian Prabu Sri Baduga Maharaja kepada Asep. “Wuaahhh ... dari mana kamu dapat batu mustika ini, Sal?” tanya Asep seraya memutar-mutar batu tersebut, sesekali ia mengangkat dan menerawangnya. “Batu mustika? Apa itu, mustika?” tanya Faisal polos membuat kawannya menoleh.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as respati
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status