Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Peacemaker

The Peacemaker

“Apa maksudmu? Aku selalu rapi. Ini kan citra artis laga, Bro.” “Oh, iya, ‘artis laga’,” Ryan mengangguk-angguk, namun senyumnya justru semakin lebar. “Tapi ada yang beda. Dulu, pakai kaus oblong juga oke. Sekarang, kemeja rapi, rambut klimis, wangi lagi. Apa karena ada… ‘aura IT’ yang baru di markas?” Ryan melirik ke arah ruang server yang tertutup, tempat Maya kemungkinan besar sedang tenggelam dalam barisan kode.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai riot artinya
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
SenyaSSM
Arga hidup kembali, ketika Sando juga datang di waktu yang tidak tepat. Astaga cinta merumitkan ini benar-benar membuat penasaran. Nunggu kelanjutan kisah 7 aliansi menyelamatkan, siapa kira2 yang dipilih maya sih?
Lyren Kael
Penindasan di mana pun memang akan selalu melahirkan dendam. Novel ini sangat menarik mengisahka Arga sang Peacemaker membalikkan keadaan dan tambah seru lagi karena dibalut dengan cinta segitiga. Wah seru thor, nagih ceritanya...
Baca Semua Ulasan
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Ia menaruhnya di tengah meja, duduk di samping Mutia, menepuk bahu istrinya pelan. “Kalau pengkhianatan yang dirasakan itu melahirkan karya seperti ini, biarkan saja rasa itu tetap ada haha," kata Rio, terkekeh, memandang Bumi dengan sedikit memicingkan mata, separuh bercanda separuh sungguh-sungguh. Bumi tertawa pendek lalu mengambil sepotong martabak yang tebal. “Ya, biarkan saja... sebab, tanpa perasaan itu, mana mungkin aku di sini menikmati martabak seistimewa ini haha.”
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
Santet Pengantin

Santet Pengantin

“Astaga... Rasti...” Arga mengamati lebih dekat. Gambar itu terlihat seperti mata yang terbelah, dikelilingi oleh ukiran-ukiran kecil seperti mantra. Bekas darahnya sudah mengering, tetapi masih menyisakan aroma besi yang khas. Rahayu menggigit bibirnya, berusaha menahan isakan. “Apa... apa maksud semua ini?” Kania menatap Arga dengan sorot mata tajam. “Rasti tidak hanya sekadar masuk ke dunia gelap, Arga. Dia sudah meninggalkan sesuatu di sini.”
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
ARI SIHOMBING

ARI SIHOMBING

Ucap Rio pada Ari. "Aduh.. nanya nya satu-satu dong.. Rio.." ucap Ari. Sedangkan yang di tegur hanya cengengesan. "Hehehe, penasaran ath aku jadinya." Ucap Rio yang memberikan jari berbentuk V sebagai tanda damai. "Ya sudah, aku ulangi lagi ya pertanyaannya." Ucapmya lagi. "Udah nggak usah, aku jawab deh sekarang semua pertanyaan kalian yang begitu super-super kepo bin penasaran." Sontak membuat mereka tertawa dengan ucapan Ari.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
Baku Hantam Dengan Mertua

Baku Hantam Dengan Mertua

"Capek apa?" "Capek mikir! Dah ah, Mas! Mas mendingan tidur lagi aja. Besok Mas harus bangun pagi buat ngarit." pintaku. Ia mengeha napas lalu membenamkan wajah dibalik selimut motif Doraemon. Betewe kalian kalau nggak tahu ngarit itu apa? Sini aku kasih tahu, ngarit itu cari rumput buat pakan ternak. Mas Irfan tak lagi berkata lagi. Kulanjutkan aktivitas menulisku seperti biasa. Kebetulan sebuah ide melintas di kepala. Sebuah cerbung bergenre rumah tangga yang mudah dipahami.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
Mesin Pencetak Uang untuk Ibu

Mesin Pencetak Uang untuk Ibu

Usahanya memang di bidang Pakaian kelas dunia yang banyak memakai jasa Artis yang terkenal untuk mempromosikan produknya. "RIOOOO....!!!" Teriak Andrew dengan sangat kencang, dia sudah tidak sanggup menahan lagi untuk tidak pergi ke Indonesia sekarang juga. Biarpun pekerjaan di Perusahaan sangatlah menumpuk dia sudah tidak peduli. Rio yang tengah berada di luar Ruangan, seketika terkejut mendengar teriakan Bosnya itu. Dengan langkah takut dia membuka pintu ruangan, karena jika Bosnya berteriak pasti ada kesalahan yang dia lakukan.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

Arjuna ngomong gitu ke Saka yang lagi makan martabak oleh-oleh dari Raina. "Beneran udah bebas ternyata." Saka bilang gitu. Rio itu seorang yang selalu cari gara-gara di sekolah dulu. Seseorang jalan dan ganggu penglihatan Rio aja, tuh anak bakal iseng. Nendang atau bahkan mukul. Se iseng itu bikin banyak orang takut sekaligus nggak suka. Tapi apa yang bisa anak-anak lakuin buat mengungkap ketidak sukaan. Mereka terlalu takut.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

“Biarkan aku seperti ini sedikit lebih lama.” Akhirnya, Rion menyerah dan merengkuh kepala gadis itu dalam pelukannya. Nara bisa melihat rajah yang tertoreh di bawah tulang selangka kanan Rion, sebuah simbol dalam aksara Jawa Dwipa lama. Gadis itu mengulurkan jemari lentiknya dan meraba rajah itu dengan sangat hati-hati. “Ka-ling-ga,” lafalnya sambil terbata-bata.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

Surti cengar- cengir sambil melepas hijabnya dan melemparkannya ke sembarang tempat. "Aku habis ikutan lomba tarik tambang di depan rumah Pak RT." Surti menjawab dengan nada polos. Rio sampai geleng kepala, menatap tak berkedip wanita di hadapannya. Masih belum berubah. Menikah dan punya bayi tidak serta merubah Surti jadi perempuan yang anggun. Surti masih wanita absurd yang penuh kejutan. Anehnya Rio tetap cinta. "Ngapain ikut lomba tarik tambang, Sayang. Bayi kita?" Rio menanyakan Raffa sementara ibunya sibuk jumpalitan ikut lomba-lomba yang memang lagi rame karena ini bulan Agustus.
9.3260.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
ART Kesayangan Tuan Rain

ART Kesayangan Tuan Rain

Mereka saling menyapa, lalu memesan minuman untuk memulai percakapan. “Lo tahu nggak, Mila,” ujar Sari sambil memandang sekeliling dengan mata yang tajam, “galeri seni Rain baru aja dibuka, dan ternyata sukses besar! Orang tua kita benar-benar bangga.” Mila menatap Sari dengan minat, “Oh ya? Bagus banget, dong! Rain memang hebat, sih. Jadi, sekarang mereka mau apa lagi?”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai riot artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status