IPRIT
Wisaka maklum dengan pandangan perempuan itu, mungkin ia merasa terganggu dengan suara Onet.
"Maafkan dia, Nisanak, Onet namanya, namamu siapa?" tanya Wisaka lagi.
"Namaku Sari," jawab perempuan itu dengan suara bindeng.
Wisaka heran dengan suara perempuan itu. Mungkin karena baru nangis, suaranya menjadi sengau begitu. Perempuan itu cantik dengan usia kira-kira dua puluh tahun. Dengan mata bening yang berkilat, tapi bibir atasnya tanpa lekukan.
Hot Chapters