Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RETAK

RETAK

"Astagfirullah, Vi. Kamu basah kuyup gini." Suara lembut sang ibu menggema di ruang tamu. Diana dan Santia segera datang menghampiri Vitaloka. Diana mengambil alih plastik hitam yang berisi label yang dibeli. Lalu Santia memberikan handuk kering kepada Vitaloka. Kemudian, menuntun perempuan itu masuk lebih dalam lagi. "Mandi dulu, gih. Biar enggak demam," kata Santia dengan lembut.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
Jodi Ruman

Jodi Ruman

Dia merengkuh badan Afi agar kembali tegak dalam rangkulannya. Egi tidak meminta Afi berhenti tertawa. Dia tahu bahwa ini momen langka. Mereka masih SD saat Egi terakhir kali melihat Afi tertawa tidak terkontrol seperti ini. “Jadi, ‘Jodi Ruman’ itu akronim?” tanya Afi di sela tawa yang mulai reda. Egi mengangguk. “Jodoh kamu, ‘kan, saya. Sedangkan saya ini paman kamu. Kita baru merasa klop-nya juga di sini, di rumah saya.”
8.716.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Aura merah menyala mulai merembes dari kulitnya, seperti bara api yang baru disiram bensin. “Baiklah, bocah,” Rodrigo berujar sambil melangkah maju. Setiap langkahnya membuat lantai marmer retak halus, pecahannya beterbangan kecil-kecil. “Mari bertarung dan kita lihat, apakah kau bisa tetap tersenyum setelah aku hancurkan setiap tulangmu?”
1080.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
Reuni

Reuni

, Hasan memiliki pembawaan yang tenang, meskipun dia sangat marah tapi nada bicaranya tetap tenang dan tidak keras seperti Dimas, meskipun demikian justru hal ini yang membuat Asti takut jika suaminya itu mulai naik pitam. Asti pun mengaku semalam ini bersama temannya, tapi dia tidak memberi tahu kalau temannya yang bersamanya itu adalah Dimas. Asti berbohong kepada suaminya itu, dia mengatakan bahwa sehari semalam kemarin dia bersama sahabat perempuannya yaitu Rosita. Rosita memang sangat akrab dengan Asti sejak jaman SMP dulu, Rosita adalah sahabat dekat Asti.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Adrian meringis karena ia sudah dapat mencium aroma anyir darah. Namun, hal yang sebaliknya terjadi pada tubuh Adrian. Tenggorokannya terasa kering dan sakit. Ada rasa sakit di belakang kepalanya yang mengancam untuk menjadi migrain yang lebih menyakitkan. “Aku harap itu bukan darah manusia.” Adrian hanya menatapnya dengan tatapan menjijikan. “Aku tidak mengerti mengapa kalian bisa meminumnya tanpa masalah.”
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Dengan sabar Handa dan Satria menuruti semua keinginan Rio, memilih satu per satu makanan yang dia sukai, yang kebanyakan berbahan coklat dan memiliki rasa yang manis. Dengan telaten Handa menyuapi Rio, begitu juga dengan Rio yang terlihat sangat lahap menikmati semua hidangan yang telah dia pilih. Orang yang tidak Handa dan Satria, tentu akan mengira kedekatan mereka dengan Rio seperti kedekatan orang tua dengan anaknya. “Bagaimana kalau kita mengadopsi Rio?” usul Satria di sela-sela pembicaraannya dengan sang istri.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 959 kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
Beta Romeo And His Rogue [ID]

Beta Romeo And His Rogue [ID]

“Kau tak perlu mengikutiku sampai sejauh ini, Jordan.” “Aku hanya khawatir padamu saja. Apa itu salah?” tanya laki-laki berumur dua puluh tujuh tahun. Dengan mudah dirinya ikut bergabung naik ke atas pohon. Romeo mendengus sambil mengacak-acak rambut Jordan. “Jordan ....” Romeo menatap jauh ke depan membayangkan sesuatu. “Apa kau pernah membayangkan bagaimana jika kau menjadi seorang rogue dan berbaur dengan manusia setiap saat?”
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
Romansa Rapshodi

Romansa Rapshodi

Memang gila, sepertinya aku kesurupan setan lewat sampai harus mengambil ikan di sungai seperti ini. “Wuih, Den...Raden lihat aku mendapatkannya,” Wardi dengan bangga dan menatapku dengan sombong. “Bagus, dapatkan yang banyak,” perintahnya yang sudah berhasil mendapatkan tiga ikan kemudian menatapku. Jarikku ku angkat agar tidak basah, tapi percuma saja aku tetap mengenai air. “Aku akan mendapatkannya,” ucapku yang melihat ikan di depanku dengan cepat aku mendekatinya tanpa mengetahui bahwa batu yang kujadikan pinjakan sangat licin.
911 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Byakta mendekat ke arah Speranza untuk mencium lebih jelas bau dari tubuh Speranza. "Mengapa seperti bau darah?" tanya Byakta curiga. Dia menatap jaket yang menutupi seragam Speranza. Kemudian, Byakta menatap ke bawah tepat di rok Speranza. Dia menyipitkan matanya saat melihat percikan noda berwarna merah. "Mengapa rok mu sangat kotor? Apa kau habis membunuh seseorang?" tanya Byakta membuat wajah Speranza memucat.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai rodi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status