Candu Dekapan Kakak Ipar
“Daddy tidak langsung bangun begitu saja. Harus buat rancangan dulu yang benar-benar matang. Setelah itu cari arsitek dan kontraktor terbaik. Semua ada prosesnya, tidak bisa instan.”
“Rumahnya sebesar apa, Dad?” Naren ikut bersuara, matanya berbinar penasaran. “Ada kolam renangnya, gak?”
“Ada,” jawab Radja santai. “Taman luas, kolam renang, ruang bermain khusus buat kalian, ruang gym, bahkan lapangan golf kecil. Jadi kalian bisa olahraga setiap hari.”
Djiwa yang sejak tadi mendengarkan hanya bisa membulatkan mata. Ia menoleh tak percaya pada suaminya. “Kayaknya … ini lebih besar dari mansion sebelumnya, Mas.”