Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

ejek Mahesa dengan pandangan sinis pada Wafa. "Terserah, kau mau bilang apa." Wafa beralih menatap pria di sebelah Mahesa. Lalu bertanya, "Apakah kau, orang membawa sertifikat rumah kami?" tanya Wafa pada pria yang bernama Dimas itu. "Woi, Nona! Aku bukan membawa, melainkan sudah membeli rumah itu." Dimas nampak tak terima dengan ucapan Wafa.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai rumah dimas
Baca
+Pustaka
Ditalak Usai Resepsi

Ditalak Usai Resepsi

ajak Dimas saat dia memasuki kamar kosnya. "Ayok," jawab Bulek Rohman, mereka berdua kemudian berdiri dan beranjak keluar kamar Dimas. "Kita jalan kaki aja, hanya beberapa rumah dari sini," kata Dimas. Merekapun berjalan beriringan. Ketika melewati rumah Ibu Kos, Ibu Kos ikut bergabung dan mengantar mereka ke rumah yang di tuju. "Nah, ini rumahnya," kata Ibu Kosnya Dimas. Menunjuk ke sebuah rumah kecil bercat biru muda. Rumah itu ternyata paling ujung, di tepinya ada beberapa petak sawah.
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 687 kali sebagai rumah dimas
Baca
+Pustaka
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

Mereka berdua melangkah pergi setelah sebelumnya pak Dimas memberikan tugas dan pesan pada Mbak Ratu. Mungkin sudah lima belas menit, pak Dimas membawa mobilnya membelah kemacetan kota. Hingga akhirnya beliau berhenti di sebuah rumah besar namun tampak asri. Rumah berwarna putih dengan halaman luas, dinaungi tiga pohon besar membuat adem hawa di rumah itu. "Masuk, Van!" "Rumah siapa ini, Pak?" Tak menjawab, pak Dimas melangkah masuk ke dalam rumah tersebut.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai rumah dimas
Baca
+Pustaka
WHO?

WHO?

Boem Jin yang sudah sangat lelah memilih tidur mengistirahatkan badan dan fikirannya. --- PERSEMBUNYIAN DIMAS. Disebuah rumah megah yang dikelilingi pepohonan rindang, Dimas bersembunyi dengan damainya karna sampai saat ini tidak ada yang mengetahui keberadaan dirinya. Rumah megah yang dimiliki Dimas, bukanlah rumah yang dibeli oleh orang tuanya. Melainkan dibeli oleh Dimas sendiri dengan uang tabungannya dari pekerjaan dan bisnisnya yang berhasil.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai rumah dimas
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai rumah dimas
Baca
+Pustaka
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

banyak pertanyaan keluar dari mulut Saimah. "Saya, TE-MAN Dimas," ucap wanita itu penuh penekanan. "Saya antar karena dia bilang alamat rumahnya. Ternyata rumahnya jauh," lanjut wanita itu sambil melihat ke sekeliling rumah. Ia terpukau dengan vila mewah yang ia kira milik Dimas.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai rumah dimas
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Kaya, Suamiku Mati Gaya

Setelah Aku Kaya, Suamiku Mati Gaya

ketus Tari. "Baik, Bu." Dia begitu pasrah. 'Aku sendiri nggak tahu rumahku di mana, entah aku tinggal di mana hari ini, nanti coba aku tinggal di pos satpam,' batin Dimas. Kemudian mereka bergegas menuju rumahnya. "Ingat ya, bawa saya ke pemakaman suami saya terlebih dahulu, jangan langsung pulang," pesan Tari.
1085.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai rumah dimas
Baca
+Pustaka
Ada Hantu Di Ujung Jalan

Ada Hantu Di Ujung Jalan

Awan yang tiba-tiba muncul dari balik dinding berkomentar, “Besok kalau bisa bersihin tempat aku juga ya, Jak.” Malam itu, setelah rumah selesai disulap jadi lebih bersih dari kamar mayat, Dimas naik ke atap lantai dua. Udara dingin menyelimuti rumah itu, angin malam bertiup dengan pelan dan bulan tampak setengah seperti tersenyum malu-malu di langit.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai rumah dimas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status