Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Serumah Dengan Mantan

Serumah Dengan Mantan

ujar Maya sambil mengusap punggungnya. “Lumayan,” jawab Naura pelan. “Ayo masuk. Mama sudah siapin kamar kamu. Kamu pasti suka.” Naura hanya mengangguk. Setiap langkah memasuki rumah itu terasa berat. Lantainya marmer mengilap, dinding putih bersih. Aroma pengharum ruangan terlalu manis. Naura berbisik pelan, nyaris tak terdengar, “kaya hotel…”
1.7K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as rumah dimas
Read
+Library
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

Terdengar dia mengobrol sebentar, dan kemudian beranjak dari ruang tamu, dan menghampiri Mama. “Ma, dari si Paras,” kata Abangnya saat menyerahkan teleponnya kepada Mama. Mama memandang dengan wajah berseri, ke layar telepon yang menampilkan sosok anak ketiganya yang tinggal di Lombok. “Ma, rumah yang kami bangun itu, sudah selesai. Rencana kami, tahun baru ini kami mulai tinggal di sana. Mama datang ya, kita bikin acara,” Bang Paras membuka percakapan.
107.5K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as rumah dimas
Read
+Library
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Mereka tak tahu. Rumah itu tidak menunggu untuk ditinggali. Rumah itu menunggu untuk hidup kembali. ---Keesokan harinya. Sesuai janji, Pak Slamet datang membawa kunci. Ia berdiri di depan pagar rumah nomor tujuh, ditemani empat mahasiswa yang kini resmi jadi penghuni baru rumah itu. Anggi, si cewek berjilbab, tampak sedikit cemas.
10726 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as rumah dimas
Read
+Library
Diamku Menghancurkanmu Mas!

Diamku Menghancurkanmu Mas!

Mas Alif seperti kesulitan untuk menjawab. Dia menatapku seakan-akan meminta pertolongan. "Dia, pembantu baru di rumah ini, Bu?" jawabku yang berhasil membuat mata Mas Alif melotot ingin keluar. "Waduh, pembantu baru ya. Bagus dong, bisa bantu bersih-bersih," ucap Ibu tersenyum sumringah. "Iyaa, Bu. Ya udah Mas pembantu barunya biar aku aja yang nyiapin kamar buat dia," ucapku pada Mas Alif yang masih tak percaya.
1051.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as rumah dimas
Read
+Library
LELAKI MASA LALU SUAMIKU

LELAKI MASA LALU SUAMIKU

Untungnya pemukiman rumah Rey ini adalah pemukiman yang terkenal aman jadi Mey tidak Perlu takut berjalan kaki sendiri. “Haaahhh..” Mey menghela napas berat seraya tersenyum lebar. “Anggap saja kau sedang membakar lemak sapi panggang, tumis udang dan Capcay yang kau makan dirumah bunda tadi Mey.” Ucapnya seraya mulai melangkahkan kaki pelan menuju ke kediaman rumah Rey.
73.1K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as rumah dimas
Read
+Library
MAAF MAS, BUKAN SALAH RAHIMKU

MAAF MAS, BUKAN SALAH RAHIMKU

Dia beralasan tak bisa mengantar karena sibuk mengurus proyek. "Sendirian, nduk?" tanya umi sambil celingukan, memperhatikan kondisi sekitar. "Iya, umi, mas Pandu lagi sibuk ngurusin proyek." "Oh gitu. Ya udah kalo gitu, masuk yuk," ucap umi seraya menggandeng lenganku. "Kebetulan hari ini umi masak makanan kesukaan kamu, balado terong, sambel terasi plus ikan mujair goreng."
101.7K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as rumah dimas
Read
+Library
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Aku nggak kepikiran sejauh itu, tapi kalau menurutmu itu yang paling pas, it’s okay.” Butuh hampir seharian penuh untuk membereskan semuanya. Saat matahari mulai condong ke barat, apartemen itu akhirnya mulai terasa seperti rumah. Kardus-kardus sudah jauh berkurang, rak buku terisi, dan kasur terpasang rapi. Malam itu, mereka memilih memesan makanan, terlalu lelah untuk sekadar memikirkan masak. “Besok aku mulai kerja lagi,” kata Arsen sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
10650 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as rumah dimas
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Pak Imam menarik lembut lengan jaket Dimas. Dimas menghela napas. Ia akhirnya mengangguk pasrah, membiarkan dirinya dituntun oleh "monster" berpayung itu. Langkah mereka terhenti di ambang pintu sebuah rumah sempit yang memancarkan kehangatan di malam yang dingin. Begitu pintu kayu itu terbuka, aroma minyak telon, buku sekolah, dan tumisan bawang menyergap indra penciumannya.
824 viewsCompletedAdded to Library 32 Times as rumah dimas
Read
+Library
Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

Jodoh Dadakan Wasiat dari Ayah

Sepanjang perjalanan, Dimas sesekali mencoba mengajak Veline berbicara, berusaha mengalihkan perhatian gadis itu dari rasa sedih. "Om … seriusan, ini rumah Om?" Veline bertanya seraya memperhatikan rumah Dimas yang begitu mewah, seperti bak istana dongeng yang sering ia lihat di televisi. Dimas tersenyum kecil melihat ekspresi takjub di wajah Veline. "Iya, ini rumah om." "Wah, rumah Om mewah banget, jangan-jangan … Om anak sultan."
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 652 Times as rumah dimas
Read
+Library
Yang Kau Bilang Miskin

Yang Kau Bilang Miskin

Mas Bayu menutup pintu. Pakde Umar lalu kebelakang mungkin kedapur. Sebuah motor memasuki halaman rumah Pakde Umar. Kelihatannya motor Dimas. Kuintip dari jendela. Pakde Umar memapak Eis dan Dimas. "Mas, nanti kesana sama siapa?" Kutatap suamiku yang kini duduk di sofa. "Aku sama Pakde Umar saja. Biar Dimas jaga dirumah, kasihan dia seharian belum istirahat." Mas Bayu menatapku penuh arti.
1042.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as rumah dimas
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status