Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Keesokan harinya, Jam 09.30 pagi, kami pun telah tiba di rumah Ki Slamet bersama teh Arum, minyak Serimpi dan kembang tujuh warna menjadi pengharum alami rumah Ki Slamet. Tampak sedikit seram, tapi ya bagaimana lagi, kami harus masuk dan mencobanya. Begini ternyata penampakan rumah seorang orang pintar atau yang lazim di sebut dukun. "Ada apa Rum Kamu kesini, apa habis bedakmu yang telah Aki doakan?"
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 231 Times as rumah dukun
Read
+Library
Istri Simpanan Tuan Muda

Istri Simpanan Tuan Muda

Prasetia menghentikan motornya dan diapun parkir di tempat yang agak teduh. Aku tak mengerti apakah ini yang disebut klinik ibu dan anak? Seperti rumah biasa. “Pras, di sini tidak ada papan nama klinik atau bidannya?” tanyaku karena meragukan tempat yang akan kami tuju. “Memang ini bukan bidan. Ini adalah dukun bayi…” penjelasan Prasetia membuat sekujur tubuhku merinding. Tak berani bertanya lagi, aku hanya mengikuti langkah kaki Prasetia menuju ke salah satu rumah yang pintunya terbuka.
1032.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as rumah dukun
Read
+Library
Terlahir Kembali di Tubuh Ibu Tiri Kejam

Terlahir Kembali di Tubuh Ibu Tiri Kejam

Bau itu begitu khas, membuat naluri dokter dalam dirinya langsung mengetahui bahwa penghuni rumah ini memang pernah menjadi tabib. Tok... tok... tok... Chen Duhan mengetuk pintu kayu itu beberapa kali. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang sangat pelan dari dalam rumah. Pintu perlahan terbuka, memperlihatkan seorang lelaki tua dengan rambut memutih seluruhnya. Kedua matanya tampak kosong, tidak memiliki fokus sedikit pun. "Siapa?" tanyanya pelan.
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 444 Times as rumah dukun
Read
+Library
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Salah satu dari mereka, cewek berjilbab, menyambung, “Iya, Pak. Katanya sih rumahnya gede dan harganya murah banget. Cocok buat rame-rame.” Pak Slamet mendesah pelan. Ia menyandarkan sapunya ke dinding, lalu mempersilakan mereka duduk di kursi teras. “Kalian udah tahu sejarah rumah itu?” Empat mahasiswa itu saling pandang. Cowok paling kecil, yang dari tadi sibuk main HP, nyeletuk sambil ketawa kecil, “Katanya sih rumah bekas pembunuhan, Pak? Hahaha... serem amat. Tapi itu tahun berapa, sih?”
10811 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as rumah dukun
Read
+Library
Setoran Bulanan Untuk Mertua

Setoran Bulanan Untuk Mertua

Apalagi mereka berada di kota bukan pedalaman yang jauh dari fasilitas kesehatan. "Ada, dong. Ibu sudah menanyakan ke orang-orang soal ini dari jauh-jauh hari. Rumah dukunnya ada di persimpangan depan. Pagarnya berwarna biru pudar. Cepat ke sana! Kamu pasti gampang cari rumahnya. Bilang saja mau cari Mbah Darti." Bara langsung pergi ke rumah yang ditunjukkan oleh ibunya. Sedangkan Lidya terus memberontak. Dia tak ingin ditangani oleh dukun beranak. Dia ingin pergi ke rumah sakit atau ke puskesmas.
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 469 Times as rumah dukun
Read
+Library
Video Syur yang Ditonton Putriku

Video Syur yang Ditonton Putriku

Bahkan pria tua itu tidak biasa-biasanya menggunakan masker untuk menutupi hidungnya. Mobil menepi di depan sebuah bangunan sederhana dan terlihat menyeramkan itu. Aku segera turun dari mobil, berjalan tertatih karena rasa tidak nyaman di area inti tubuh lalu mengetuk pintu rumah Mbah Suro. Kosong. Entah mengapa semenjak aku melanggar pantangan dukun itu terkesan menghindar, dan tidak ada tanggung jawabnya sama sekali kepada pasiennya.
1015.3K viewsOngoingAdded to Library 521 Times as rumah dukun
Read
+Library
Mendadak Menikahi Dokter Kaya Misterius

Mendadak Menikahi Dokter Kaya Misterius

Masih terasa aneh saat disebut sebagai istri seseorang. "Pantas tumbenan ada pesanan berupa makanan dari rumah ini. Biasanya juga peralatan tukang atau peralatan memotong, kayak gergaji, pisau, paku, sama palu." "Oh, gitu," Dinda manggut-manggut. Kemudian masuk kembali dengan sekotak martabak. Peralatan tukang? Alisnya mengernyit. Kemudian mengangkat kedua bahunya. Mungkin karena sang dokter juga seorang pengusaha properti.
9.86.3K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as rumah dukun
Read
+Library
Bukber di Rumah Mertua

Bukber di Rumah Mertua

Satu kamar terisi oleh Melati---kakak keduanya, sementara kamar lainnya ialah tempat Marni---ibunya. Andra mengintip dari celah kaca ruangan Melati. Tampak Pandi---kakak iparnya tengah menunggui di sana. Inah masih terlihat sibuk menidurkan Caca. Andra mendorong daun pintu dan menyapa mereka. “Mas, gimana Mbak Mela? Sudah sadar?” “Sudah, Ndra! Tapi sekarang lagi tidur … sepertinya pengaruh obat.” Pandi menerangkan.
1013.3K viewsCompletedAdded to Library 345 Times as rumah dukun
Read
+Library
Klinik Aborsi

Klinik Aborsi

ucapku malam itu saat kami tengah duduk di salah satu ruangan. Proses izin praktek klinik yang semula rumit dan sulit keluar, tiba-tiba disetujui. Upaya kami pun tak sia-sia. Rumah yang kami kontrak untuk dijadikan klinik ini adalah milik seorang pengusaha perkebunan teh di daerah Bandung. Beliau memberi harga sewa yang murah karena memang sudah bertahun-tahun tak pernah dihuni sejak istrinya meninggal. Bangunannya pun sudah tua dan lebih mirip rumah zaman Belanda. Kokoh, namun sedikit angker. Di belakangnya masih terdapat lahan sekitar dua ratus lima puluh meter. Diisi pohon-pohon pisang yang tak terawat. Kami mendapat informasi tentang rumah ini dari salah satu rekan Mia. Kata Mia, rumah i
102.6K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as rumah dukun
Read
+Library
Dendam Cinta Zasqia

Dendam Cinta Zasqia

Perintah bapak Suganda kepada anak buahnya, dan mereka langsung membawa jenazah Zasqia ke dalam ruang bawah tanah, tempat dimana bapak Suganda praktek, dokter Ryan mengikuti dari belakang, kalau di lihat dari luar rumah bapak Suganda seperti rumah masyarakat pada umumnya, namun siapa sangka di dalam rumah tersebut ternyata ada sebuah ruangan tersembunyi untuk praktek perdukunan. "Letakkan di sana!" bapak Suganda menunjuk tikar merah yang di atasnya sudah terbentang kain putih, bertabur bunga 7 rupa, dan di samping kanan dan kiri ada tempat pembakaran dupa yang sedang menyala, anak buah bapak Suganda meletakan mayat Zasqia dengan hati-hati.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 200 Times as rumah dukun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status