Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Balasan untuk Suami Hidung Belang

Balasan untuk Suami Hidung Belang

Tidak tahu. “Ada dukun? Apa Ibu memanggilnya?” “Enggak.” Seorang berpakaian serba hitam itu langsung masuk ketika Inggit membuka pintu. Setelahnya dukun itu masuk, segera Inggit kembali menutup pintu. Di luar rumah masih cukup ramai. Beberapa reporter pun masih ada di sana. Mbah Dukun sedikit menjelaskan kesaksiannya, bahwa ia sangat mandraguna, dan mampu menolong orang.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 429 Times as rumah dukun
Read
+Library
LELAKI YANG KUPANGGIL BAPAK

LELAKI YANG KUPANGGIL BAPAK

Hampir seluruh permukaan tanah di sana tertutup rumput Jepang, hanya di bagian sisi kanan dan kirinya saja yang di tutup dengan batu alam dan ubin berwarna coklat. ’Rumah yang sangat cantik,’ batinku. Persis rumah-rumah di sinetron ikan terbang. Kulihat seorang bapak tua membuka pintu gerbang. Umurnya mungkin sudah lebih dari 70 tahun. Namun, badannya masih terlihat kokoh. ”Ayo masuk!” ajak Dokter Darel. ”Ini rumah Dokter?” tanyaku penasaran. ”Rumah almarhum orang tuaku. Beberapa tahun lalu baru kurenovasi.”
2.1K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as rumah dukun
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur Mbah Parjo. Setelah masuk, Pak Bachtiar baru paham kalau rumah ini merupakan tempat untuk bertapa, pemujaan spiritual, melakukan ritual perdukunan, atau sejenisnya. Pasalnya, di dalam rumah Cuma ada satu ruangan, dan di tengah ruangannya ada meja kecil yang di atasnya terdapat beragam barang serta pernak-pernik perdukunan, seperti keris, bunga setaman, patung-patung kecil, tempat menyan, dan lain sebagainya. “Mbah Parjo mau ngapain ya??!” batin Pak Bachtiar.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as rumah dukun
Read
+Library
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

"Ibu, dokternya benaran oke?" "Leluhurnya dokter pengobatan tradisional. Semua keluarganya juga dokter. Kakek tua itu sangat menghargai kenangan, jadi nggak mau pindah rumah. Akhirnya, dia pindahin apoteknya ke rumahnya." Ivy menggandeng Janice sambil berjalan masuk ke gang. Mereka berhenti di depan sebuah rumah kecil. Tak disangka, sudah ada antrean orang di depan. Kelihatannya memang terkenal.
9.4935.5K viewsCompletedAdded to Library 21.5K Times as rumah dukun
Show Reviews (192)
Read
+Library
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
Jesi Sanctuary
Kak Danira, ini bener-bener plotwist, lovee banget! Izin promosi yaa kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai! Thank you so much, Kak! Sukses selaluu<3
Read All Reviews
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as rumah dukun
Read
+Library
DILEMA DUA HATI

DILEMA DUA HATI

Namun, tak mengapa asal orang yang ia benci tercerai berai bahkan saling membenci sampai mati. “Pisahkan mereka!” Tak ada salam terucap di rumah dukun itu. Ya, lelaki yang gigi depannya telah hancur tersebut tinggal menyendiri di antara rumah kumuh lainnya. Sengaja ia di sana agar petugas kesulitan mengenalinya. Bukankah orang miskin enggan didekati. Padahal emasnya sangatlah banyak. Tentu saja hasil menjual jasa dari orang-orang yang tak pernah puas dengan hidupnya. Baik itu urusan jodoh, bisnis, atau jabatan.
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as rumah dukun
Read
+Library
Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

“Jangan buat gue jantungan, please. Ini nggak sekali dua kali lu naruh bekas ‘pakai’ lu di bangsal rumah sakit gue.” Ah ya, dia seorang dokter sekaligus pemilik rumah sakit swasta yang ada di daerahnya. Sombongnya, seluruh keluarganya berteman baik dengan para petinggi—pemilik saham apapun yang ada di Indonesia—namun kehidupan sederhana telah tertanam dengan apik sejak kecil. “Berapa totalnya?” “bangsat!” Rambu mengumpat di pagi harinya yang buruk. “Rajungan sinting! Mikroba pintu neraka bakal nangis berdarah-darah dengan jawaban lu!”
108.9K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as rumah dukun
Read
+Library
SANTET

SANTET

Seorang dukun yang konon katanya sangat sakti, dukun yang tamunya dari kalangan orang-orang kaya dan berseragam. "Wah, yang kesana itu orang-orang berpangkat, Mas. Jujur, justru kami yang tinggal dekat dengan Ki Darma malah tidak pernah bertamu ke rumahnya, kami takut, Mas. Harta dan kedudukan yang didapat dari sebuah ritual mana berkah. Lebih baik saya buka warung kopi asalkan halal." terang Kang Mamat pemilik warung kopi tak jauh dari rumah Ki Darma.
9.37.1K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as rumah dukun
Read
+Library
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

Ruang tamu, ruang tidur, dan dapur kecil yang bersebelahan dengan kamar mandi. Sedangkan yang ada di hadapannya sekarang rumah hunian dua lantai yang menurut Tia ini adalah rumah mewah. "Dokter tidak salah alamat kan?" Tia bertanya sedikit berbisik. Ceklekkk! Tidak lama kemudian ada seorang Ibu-Ibu membuka pintu dari dalam. "Assalamualaikum, Bik!" ucap dokter Danu. "Wa'alaikumsalam, Den!"
8.733.7K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as rumah dukun
Read
+Library
Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Tujuannya adalah sebuah gubuk di dekat pemakaman, tempat tinggal seorang dukun ilmu hitam yang sangat terkenal di kalangan selir dan urusan genting lainnya. Shuhua mengetuk pintu kayu itu tiga kali. Pintu terbuka. Aroma darah kering dan dupa yang menyengat langsung menusuk hidungnya. “Masuklah, Nyonya Bai.” Dukun tua bertubuh bungkuk itu sedang mengaduk sesuatu di dalam kuali kecil. “Berhenti memanggil margaku, dasar tua bangka,” ketus Shuhua sambil melemparkan sekantong besar perak ke atas meja kayu.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 342 Times as rumah dukun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status