RUMAH EYANG
Kehadiran sosok itu benar-benar membuatku terkejut.
Perlahan aku membuka tanganku, anak itu tak ada lagi. Siapa dia? Kenapa menghantuiku? Aku yakin, itu hantu. Ah, kenapa aku jadi ngaco begini. Masak ada hantu nongol di pagi yang cerah begini. Aku mengatur nafasku, lalu keluar dari kamar.
GUBRAK
Lagi aku sangat terkejut. Aku melihat sendiri, kursi roda itu seperti sengaja dijatuhkan. Tak mungkin angin. Pintu depan saja masih ditutup.