Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Pintu membuka. Bau cleaner murah. Ruang tamu kosong kecuali sofa murahan dan meja kopi. Tidak ada foto, tidak ada buku, tidak ada manusia. Hanya sebuah router menyala di pojok, lampunya berkedip seperti Morse yang tidak ingin dibaca. Di dapur mungil, gelas plastik sekali pakai. Kamar tidur: kasur tipis, sprei polos, lemari nyaris kosong. Unit ini rumah untuk hantu yang rapi. Daru meletakkan Faraday bag di dekat router. “Kita image setelahnya. Jangan sentuh dulu.” Ia menunjuk dinding tempat router dipasang. “Ada bekas lem panas—seperti bekas mod.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk

Sang Penakluk

Pria itu begitu pandai mencari jalan untuk menghindari macet dan akhirnya dalam waktu satu jam, mereka tiba di Pondok Indah. Rumah mewah itu tampak sepi. Ignar masih ada di Bandung, dan Silka mungkin akan menginap di rumah sakit untuk mengejar bahan kuliahnya. Hanya ada dua pembantu dan mereka selalu menghindar serta tahu diri jika majikannya ada tamu. Satpam rumah itu juga tidak pernah ambil pusing. Setelah masuk ke garasi, Renzo membantu Gya turun lalu mengandeng Gya.
1046.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

kata Bapak. “Iya Pak benar juga. Seharusnya kamu berterima kasih sama hantu itu,” tambah Ibu. Siang itu kami sedang makan bersama di sebuah saung tempat para orangtua menjenguk anaknya. “Ini serius Bu… ada hantu di pondok ini.” “Hantu itu ada di mana-mana, Bas. Kita ini berdampingan hidup dengan mereka. Jangan takut, kita makhluk paling mulia di muka bumi,” Ibu menjawabnya dengan santai.
8.314.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Mencuri Harta dan Cinta

Mencuri Harta dan Cinta

lalu terdengar lagi suara yang memanggilnya, kali ini seperti beberapa suara dibarengi dengan tawa cekikikan. Keysa menggigil ketakutan, dia memang pintar bela diri, tapi kalau berurusan dengan hantu bukan bidangnya. Perlahan Keysa membaca ayat-ayat pendek yang dihafalnya, dibacanya dengan pelan namun tak juga menghalau rasa takutnya. Dia merasa benar-benar sial kali ini, selama setahun tinggal di pondok belum pernah terdengar olehnya seseorang yang membicarakan tentang hantu, bagaimana hantu bisa ada di pondok ini yang setiap harinya selalu dibacakan ayat-ayat Alqur'an ? Lalu dia berpikir, bukankah dua minggu asrama ini kosong ? Menurut cerita yang pernah dia dengar, jika rumah ditinggal da
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Sengsaranya Perjuangan Mengincar Warisan Mertua

Sengsaranya Perjuangan Mengincar Warisan Mertua

"Halo, Pak Sunoto. Apa kabar...? Hahaha... Saya baik. Bapak lagi sama mahasiswi yang Bapak ceritakan itu ya? Hahaha... Hahaha... Ya... ya... ya... Tinggalnya masih di apartement...? Oh begitu. Kalau mau memberi dia hadiah rumah, saya mau tawarkan kepada Bapak satu unit di pinggir luar Jakarta. Sederhana saja, Pak. Bangunan dua lantai, luas tanahnya seratus kali seratus lima puluh... Hahaha... Iya sederhana saja dulu. Anggap saja ujian kesetiaan. Daripada dikasih mewah, tahu-tahunya Bapak ditinggal sama dia... Hahaha... Hahaha... Harganya seharusnya dua setengah milyar. Tapi karena yang punya sedang butuh uang, dia jual cuma dua milyar... Bagaimana...? Oh... Oh... Langsung deal nih...? Oh...
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Rahasia di Rumah Kos

Rahasia di Rumah Kos

Dan ia tahu, semakin lama ia menunda, semakin besar harga yang harus ia bayar. Ia memilih tempat itu sendiri. Sebuah rumah kontrakan tua di pinggir kota, kosong hampir sepanjang tahun. Lokasinya tidak mencolok, jauh dari tetangga, dan—yang terpenting—bukan wilayah kekuasaan Rudi. Setidaknya itu yang ia yakini. Yanti memarkir motor di halaman kecil yang dipenuhi rumput liar. Ia menarik napas panjang sebelum turun. Udara terasa dingin, meski matahari belum sepenuhnya tenggelam.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
LOVE FROM KOREA

LOVE FROM KOREA

Saat aku kembali bertemu denganmu Aku ingin melihat matamu dan memberi taumu Aku merindukanmu. Sekitar 45 menit, mobil yang ditumpangi Yejun memasuki kompleks perumahan Pondok Indah, salah satu kawasan elit di Ibukota Jakarta. Mobilnya berhenti di depan sebuah rumah besar bercat putih dengan tanah yang entah berapa hektar luasnya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Ojek Dua Alam

Ojek Dua Alam

Hantu wanita melingkarkan kedua tangannya di perut Sandy. Perut Sandy semakin mules merasakan hawa dingin yang menembus jaketnya. "Y-ya udah, di mana makam kamu?" Sandy akhirnya menyerah dan berniat untuk mengantarkan saja hantu itu ke rumahnya. "Aku pun tak tahu di mana makamku, tapi kalau rumah... rumahku ada di ujung Dano, rumah kedua setelah jembatan." Hantu wanita menjelaskan.
908 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Terikat Kontrak

Terikat Kontrak

Ia sudah menjadi pengasuh bagi kedua anaknya selama berbulan-bulan, tapi baru satu malam menghabiskan waktu bersama Dhananjaya. “Sepertinya rumah ini terlalu besar.” Indah masih saja sibuk menelisik isi rumah barunya, di lantai dua. “Kenapa?” Dhananjaya khawatir Indah tak nyaman. “Tidak ada siapa pun di dalam?” Indah terlihat cemas, melirik sekelilingnya yang tidak ada siapa pun di sana. “Kamu masih takut hantu?” tanya Dhananjaya, terdengar menyindir.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Bastard Sister

Bastard Sister

Sungguh menyebalkan! “Rumahmu di mana, Si? Aku belum pernah ke sana,” ujar Pak Candra sembari fokus menyetir. Lelaki beraroma wangi tersebut tampak begitu tampan meskipun di dalam sini minim pencahayaan. “Daerah Sirih Merah. Perumahan Adiaksa Tiga, Pak. Blok D nomor 15.”
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai rumah hantu pondok indah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status