KUTUKAN LELUHUR
Kata Tama yang kebingungan karena dia melihat di jendela rumah kondisi kampung yang terlihat sangat sepi.
“Ya namanya juga kampung atuh Kang Tama, sok menurut Kang Tama, warga disini mau ngapain di luar malem-malem. Kampung ini gak ada hiburan seperti di kota Kang, apalagi para warga disini kebanyakan adalah petani Kang, jadi terlalu capek sehingga butuh istirahat yang lebih,” Kata Mang Yayat sambil tersenyum dan menyalakan lampu minyak untuk penerangan rumahnya waktu itu.
Tama yang mendengar hal itu hanya bisa mengangguk, dia mengerti memang di kampung ini tidak ada hiburan yang membuat mereka akan keluar rumah dan menikmati hiburan itu dengan sendirinya.
Hot Chapters