Bukan Perawan Tua
"Halo, Pa! Aku sudah tahu di mana Mayang berada. Pelakunya pun berdiam di rumah sekarang. Aku kirim alamatnya sebentar lagi. Nanti Papa arahkan polisi ke sini."
"Serius kamu, Raf? Baik, akan Papa urus secepatnya."
Telepon kumatikan. Kuhela napas panjang sebelum melajukan kembali motorku. Mayang, bertahanlah. Aku datang.
**
Mataku mengedar menatap sekeliling. Ada sebuah rumah tua di depan sana. Rumah yang sepertinya sudah sangat lama tidak dihuni. Aneh saja kenapa ada rumah di dekat hutan begini. Atau mungkin, rumah ini memang sengaja dibuat untuk tindak kejahatan? Ah, persetan dengan semua itu.
Hot Chapters