JANIN SIAPA DI RAHIMMU, DEK?
"Ibas, Isma, kalian akhirnya datang juga. Sayang banget rumahnya kalau tidak ditempati. Nanti bisa rusak dimakan usia."
"Sayang kalau tidak di tempati? Berarti selama ini, rumah ini kosong, Mbak?" Aku menaikkan alis.
"Ya iyalah, Bas. Siapa lagi yang nempati?" Mbak Diah terkekeh. Menit kemudian matanya mengernyit. "Tapi, Bas. Ada yang aneh. Setiap malam aku seperti melihat seseorang masuk ke rumah itu. Aku tidak tahu pasti dia manusia atau mahluk lainnya. Aku dan suamiku tidak berani mendekat. Pakaiannya serba hitam. Serem, macam seperti malaikat pencabut nyawa di TV." Mbak Diah membeliak dan sesekali melirik ke kanan dan kiri. Jelas sekali ada rasa ketakutan manik matanya.
Chapitres populaires