Suami Warisan
Rengganis masuk ke dalam kamarnya mencari obat herbal yang berkhasiat meringankan gejala masuk angin.
Setelah minum obat, Rengganis duduk meringkuk di sofanya sambil berselimut. TV menayangkan program berita dengan volume kecil, sementara Rengganis terkantuk-kantuk.
Matanya yang mulai sepet melirik jam dinding yang tergantung di atas TV. Waktu menunjukkan tengah hari, waktunya makan siang. Namun Rengganis sama sekali tidak berselera. Dia tidak berganti posisi, berselonjor di sofa panjangnya. Kepalanya terasa pusing, Rengganis bergumam lirih, “Jam berapa nyampenya…?”