The Blue Blood
tanya Ken ikut berbasa-basi ‘basi', mengikuti alur yang Tania mulai.
“Well,” Tania meletakkan sendok dan pisaunya, tatapannya berubah sedu, “Jujur aku insecure, aku takut bertemu banyak orang, aku takut dinilai seendak jidat oleh pasien-pasienku, jadi aku memutuskan jadi radiolog, dimana paling aku hanya bertemu dan berdiskusi bersama teman sejawat, tidak dengan pasien langsung.”
Hot Chapters