ENAK, PAK DOSEN!
Ujung pisaunya kini berpindah, menekan perlahan di dagu Ciara agar gadis itu mendongak menatap matanya.
Sambil menyeringai, Sagara memojokkan Ara, me “Sayangnya, gue gak tertarik sama duit Papi lo itu. Kenapa gak lo minta maaf dulu tadi baru lo ngomong kayak gitu? Mungkin gue gak akan tersinggung! Dan satu lagi ….” Sagara mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka nyaris bersentuhan, “... apa gue terlihat butuh uang Papi lo yang gak berseri itu, hah?!”
Ara terdiam sejenak. Di balik rasa takutnya, otaknya yang cerdik mulai berputar liar, mencari celah di tengah kepungan Sagara.
Hot Chapters