Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Kelana Penyintas Waktu

Kelana Penyintas Waktu

Dia benar-benar senang, karena bisa bekerja seperti Nandi. Maman dan Ika saling melirik. Mereka kaget, karena Zulfi mau membantu Agung mendapatkan pekerjaan, sedangkan teman-teman Maman yang punya jabatan cukup penting di berbagai instansi, tidak ada seorang pun yang mau membantu. Maman merasa malu. Dia tidak menduga bila Kelana yang sempat direndahkannya dulu, ternyata memiliki banyak keahlian. Hingga Kelana bisa bekerja di dua perusahaan besar, dan menjadi orang kepercayaan para bosnya.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Manusia Kelabang

Manusia Kelabang

Kemudian, wanita itu melanjutkan ceritanya, "Kunci gadis perawan dibawah usia 25 tahun bersama dengan sepuluh ribu kelabang besar ke ruangan tertutup." "Pastikan semua ruangannya gelap gulita, terbuat dari batu dan jangan lupa harus lembab, kelabang suka tempat seperti itu." "Lepaskan semua pakaian, kunci rapat, nggak makan minum selama tiga puluh hari. Nak, menurutmu apa yang akan terjadi?" Aku mendengarnya dengan perasaan takut, membayangkan kelabang besar yang merayapi tubuh para wanita.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Mama dan Papa mertuaku terlalu sibuk di dunia bisnis. Aku menikmati permen kesukaanku. Alphenlibe caramel. Biasanya Kak Erland selalu menyetoknya di mobil. Entah sejak kapan dia memperhatian kebiasaanku mengemut permen agar mengurangi rasa gugupku. "Apa permen itu sangat enak?" "Bukan hanya enak tapi ini memberikan efek melebihi kafein pada cokelat." "Oya? Kamu ga batuk makan segitu banyaknya?"
9.74.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Dia mengibaskan tangannya, seketika itu juga di depannya langsung menyala kobaran api yang besar. "Aku Elena, pengguna elemen cahaya. Kalian tak akan bisa mengalahkan kami. Bersiaplah menemui ajal kalian," kata Elena, dia langsung melemparkan serangan dengan sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mata. Walau kami sudah berusaha untuk bersiaga namun serangan yang tak disangka-sangka ini membuat kami terkejut dan langsung merasakan mundur beberapa langkah. Puri dan aku langsung menghindar ketika sebuah batu raksasa melayang ke arah kami. BLAAR! Suaranya membuat kaget semua orang. Alex sudah melompat ke udara dengan elemental anginnya. Aku memasang dua gelang Joltku di kedua lengan. Elemen tanah
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 671 kali sebagai said kelana
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

tambah Aksara. Teman kesatu Theo menunjuk Aksara. "Itu Aksara pelatihnya aktor-aktor laga bukan? Gua kaya pernah liat dia di tv apa gitu. Mukanya gak asing." "Iya. Adek gua latihan di tempat dia," sahut teman kedua Theo. "Itu yang cewek juga gak asing. Gua kaya pernah liat di mana ya?" Teman kesatu Theo tampak berpikir.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Kau Harapkan

Istri yang Tak Kau Harapkan

sapa Kristal dengan senyum lebar saat melihat Kelana yang sudah mengenakan piyamanya. Karena Kelana di awal ia bisa bicara mengalami kesulitan memanggil nama orang yang rumit dan ada huruf R-nya, Kelana pun memanggilnya ‘Tante Tata’. “Tante tadi ketemu Mama ya? Kok nggak ngajak aku?” cecar Kelana langsung. “Curang. Aku kan kangen juga sama Tante Tata.” Kristal tertawa menanggapi keluhan Kelana. “Tadi kan mendadak, Sayang. Nanti deh, hari Sabtu Tante main ke rumah Kelana boleh ya?”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
With Kalanaya

With Kalanaya

Kalana Boutique Aku menamainya dengan namaku. Apalagi, kan? Aku terlalu fokus dengan usahaku mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk mengusahakan butikku agar nyata, sehingga aku tak terpikir untuk mencari ide untuk menamai butikku sendiri. Tetapi, menurut karyawanku, 'Kalana' adalah nama yang indah.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Langkah Terakhir Grand Duchess

Langkah Terakhir Grand Duchess

"Kembalilah ke dalam kode!" Di istana, Celina tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia memegang dadanya, nafasnya tersengal. Lucien langsung terbangun dan memeluknya. "Celina? Apa yang terjadi?" "Sesuatu... sesuatu sedang terjadi pada Kaelen," bisik Celina. Sebagai mantan Administrator, ia masih memiliki koneksi samar dengan para ksatria yang pernah terhubung dengan sistem Oakhaven. "Dia terjebak dalam ilusi Elara. Dia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang data."
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

bisik Kaelen di sela-sela kegiatannya. Ketahanan Kaelen kembali teruji di dalam labirin itu. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan meski mereka telah berpindah tempat beberapa kali di dalam gudang harta tersebut. Setiap kali Elara mencapai klimaks, Kaelen akan memberikan rayuan baru, janji tentang istana musim panas, janji tentang sungai yang airnya berubah menjadi anggur, atau janji bahwa ia akan menjadi jantan terakhir yang akan Elara ingat sebelum matanya terpejam selamanya.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status