Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelana Penyintas Waktu

Kelana Penyintas Waktu

Dia benar-benar senang, karena bisa bekerja seperti Nandi. Maman dan Ika saling melirik. Mereka kaget, karena Zulfi mau membantu Agung mendapatkan pekerjaan, sedangkan teman-teman Maman yang punya jabatan cukup penting di berbagai instansi, tidak ada seorang pun yang mau membantu. Maman merasa malu. Dia tidak menduga bila Kelana yang sempat direndahkannya dulu, ternyata memiliki banyak keahlian. Hingga Kelana bisa bekerja di dua perusahaan besar, dan menjadi orang kepercayaan para bosnya.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Manusia Kelabang

Manusia Kelabang

Kemudian, wanita itu melanjutkan ceritanya, "Kunci gadis perawan dibawah usia 25 tahun bersama dengan sepuluh ribu kelabang besar ke ruangan tertutup." "Pastikan semua ruangannya gelap gulita, terbuat dari batu dan jangan lupa harus lembab, kelabang suka tempat seperti itu." "Lepaskan semua pakaian, kunci rapat, nggak makan minum selama tiga puluh hari. Nak, menurutmu apa yang akan terjadi?" Aku mendengarnya dengan perasaan takut, membayangkan kelabang besar yang merayapi tubuh para wanita.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Paman Billionaire
Baca
+Pustaka
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Mama dan Papa mertuaku terlalu sibuk di dunia bisnis. Aku menikmati permen kesukaanku. Alphenlibe caramel. Biasanya Kak Erland selalu menyetoknya di mobil. Entah sejak kapan dia memperhatian kebiasaanku mengemut permen agar mengurangi rasa gugupku. "Apa permen itu sangat enak?" "Bukan hanya enak tapi ini memberikan efek melebihi kafein pada cokelat." "Oya? Kamu ga batuk makan segitu banyaknya?"
9.74.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Dia mengibaskan tangannya, seketika itu juga di depannya langsung menyala kobaran api yang besar. "Aku Elena, pengguna elemen cahaya. Kalian tak akan bisa mengalahkan kami. Bersiaplah menemui ajal kalian," kata Elena, dia langsung melemparkan serangan dengan sebuah cahaya yang sangat menyilaukan mata. Walau kami sudah berusaha untuk bersiaga namun serangan yang tak disangka-sangka ini membuat kami terkejut dan langsung merasakan mundur beberapa langkah. Puri dan aku langsung menghindar ketika sebuah batu raksasa melayang ke arah kami. BLAAR! Suaranya membuat kaget semua orang. Alex sudah melompat ke udara dengan elemental anginnya. Aku memasang dua gelang Joltku di kedua lengan. Elemen tanah
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai said kelana
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

sahut Aksara seraya membenahi jaket Rimbu. Dua jam lalu Denar menelepon Aksara, mengabari jika saat ini dirinya tengah menikmati es kelapa muda sembari mengawasi Ratih yang duduk lesu di bibir pantai. Denar meminta Aksara untuk melanjutkan perjalanannya ke Jakarta, karena belum ada tanda-tanda Ratih akan melunak dalam waktu dekat.
9.82.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Langkah Terakhir Grand Duchess

Langkah Terakhir Grand Duchess

"Kembalilah ke dalam kode!" Di istana, Celina tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia memegang dadanya, nafasnya tersengal. Lucien langsung terbangun dan memeluknya. "Celina? Apa yang terjadi?" "Sesuatu... sesuatu sedang terjadi pada Kaelen," bisik Celina. Sebagai mantan Administrator, ia masih memiliki koneksi samar dengan para ksatria yang pernah terhubung dengan sistem Oakhaven. "Dia terjebak dalam ilusi Elara. Dia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang data."
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

bisik Kaelen di sela-sela kegiatannya. Ketahanan Kaelen kembali teruji di dalam labirin itu. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan meski mereka telah berpindah tempat beberapa kali di dalam gudang harta tersebut. Setiap kali Elara mencapai klimaks, Kaelen akan memberikan rayuan baru, janji tentang istana musim panas, janji tentang sungai yang airnya berubah menjadi anggur, atau janji bahwa ia akan menjadi jantan terakhir yang akan Elara ingat sebelum matanya terpejam selamanya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Itupun kalau Ia rela mengajarkan padaku" Ilmu "Kelana Indra' memang didapatkan oleh Baraka saat dia masih berada di lembah kera, dan Raja Kera Putih yang mengajarkannya. Raja Kera Putih pernah mengatakan, kalau Ilmu ‘Kelana Indra’ adalah sejenis ilmu ringan tubuh yang bisa membuat orang mengarungi angkasa dengan memanfaatkan kekuatan angin meski tidak terbang bebas seperti burung, akan tetapi tubuh bisa melayang-layang di angkasa tanpa sayap. Ilmu ini juga mampu membuat pemiliknya berpindah tempat sejauh mata memandang. Konon katanya, siapa saja yang biasa menguasai Ilmu Kelana Indra dengan sempurna, akan membuat pemiliknya bisa bepergian kemana saja dengan bantuan angin. Raja Kera Putih sen
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 962 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Keenan Dan Killa

Keenan Dan Killa

Keenan kebingungan harus mengatakan alasan apa karena tiba- tiba ia kehilangan sebuah alasan. “Ken, alasan apa pun itu, aku harap kamu enggak seperti itu lagi ya. Apa kamu enggak sedih kalau Papa Delon lihat kamu dari sana seperti ini?” seru Killa yang menyentuh relung hati Keenan. Keenan pun terdiam sesaat mencerna ucapan Killa yang memang ada benarnya. “Heem.. Bagaimana mulai saat ini kita bertanding untuk mencapai peringkat lima besar?” ajak Killa setelah beberapa menit melihat Keenan terdiam.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai said kelana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status