AMALIA, Kesetiaanku Diragukan
ulang Satria sambil menoleh ke arah sepupunya yang seketika berpura-pura keluar ruang rawat.
Saka menutup mulut dengan kedua tangannya, tapi tak lama kemudian mendekat dan berbisik. Meski tetap terdengar jelas oleh semua orang. “Sedikit aja, Mama. Segini.” Ia menunjukkan jarinya.
Wafa tertawa kecil, mengelus kepala Saka. “Sedikit aja boleh, ya, Saka?”
“Iya, soalnya udah janji habisin sop sayur.”