Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN 25 Suara berisik bergema memenuhi indera pendengaran. Setelah Cean mengijinkanku membawa Kairav, bocah itu mengajak untuk bermain di sebuah mall besar di sini, banyak permainan di mall ini, salah satunya Timezone. Tempat bermain yang dilengkapi dengan berbagi jenis permainan seru. Tidak ada anak kecil yang tidak suka bermain di tempat ini.
1018.1K viewsOngoingAdded to Library 470 Times as sajak-sajak
Read
+Library
Suami Arogan Pilihan Orang Tuaku

Suami Arogan Pilihan Orang Tuaku

Tok Tok Tok Suara ketukan pintu dengan brutal membangunkan Saka yang tengah tertidur pulas setelah kekenyangan menghabiskan nasi goreng buatan Bibi. Dengan malas, Saka segera membuka pintu dan seperti dugaannya, hanya bos bucinnya yang berani membangunkannya dengan brutal seperti itu. Kalau bukan dia sudah pasti kepala dan badan orang itu sudah terpisah. "Ada apa?" ucapnya sambil menguap.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as sajak-sajak
Read
+Library
Suami Flash Sale

Suami Flash Sale

“Sakha, kamu berkata apa, hah? Hanya sampah yang masuk ke rumah kita dan memakan sisa makanan setiap hari. Kau ingin aku berlutut dan bersujud padamu? Otak kamu ada di mana, hah!” Sakha mendengus kesal, lalu kemudian dia berkata dengan tenang. "Aku memang seonggok sampah di mata kalian, tapi kitasudah bersumpah kemarin. Jika ada yang mundur, maka maut akan menghampiri nenek sekarang juga!" Sakha sengaja menekankan dua kata "kematian nenek" dengan sangat keras dan lantang. Ekspresi Nyonya Mahesa segera menjadi sangat dingin dan marah. Dia menatap Jay dan bertanya dengan suara dingin. "Apa Jay? Apakah kamu ingin aku mati, hah!”
105.2K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as sajak-sajak
Read
+Library
ARJUNA

ARJUNA

Menghasilkan sebuah aroma lezat yang bisa Lia hirup sesukanya. "I love you. Today, I love you," itu ucap Arjuna. Bersama erangan tenang dan nyaman yang mulai menguasai Lia. *** "Saka!" teriak Ecan yang hanya di anggap gonggong liar seekor anjing oleh Saka. "Woy, Saka. Monyet!!" "Apaa, sih. Anjing. Santai, bego." "Astagfirullah, Saka. Mulut kamu berdosa sekali." Ecan dramatis banget semabari menutup mulutnya. "Gue kesini mau ngasih oleh-oleh."
105.4K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as sajak-sajak
Read
+Library
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Jaringan otot di sekitar lukaku telah terurai menjadi cairan nanah yang kental. Pada saat itu, waktu seakan berhenti berdetak. Tatapan Ayah jatuh pada sosok tidak berbentuk yang ada di samping Tante Sandra. Matanya tiba-tiba menyipit, seperti terkena pukulan keras dari palu besi yang dingin, dan tubuhnya bergetar hebat. "Nggak mungkin ...." Ayah bergumam tidak percaya. Dia terhuyung-huyung beberapa langkah ke depan, seperti ingin menyentuh, tetapi tiba-tiba menarik tangannya kembali.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as sajak-sajak
Read
+Library
Niat Jahat Majikanku

Niat Jahat Majikanku

Jadi, aku pun tak berani bergerak sembarangan. “Nggak nyaman? Aku punya cara yang lebih ampuh untuk meredakan emosi, yaitu dengan melampiaskannya langsung.” “Eva, bantu aku sekali, anggap saja ini sebagai percobaan. Aku bakal memberimu enam juta, bagaimana?” Pak Jeff mengangkat kepalanya, sudut bibirnya masih tertinggal sisa dari sumber nutrisi, tampak menggoda sekaligus penuh hasrat.
4.4K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as sajak-sajak
Read
+Library
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Faizal Pov Pagi ini, kami kembali ke Jakarta. Bea ingin pulang. Selama dua minggu di Singapura, dia merasa bosan. Abi dan Ummi sudah lebih dahulu pulang ke Indonesia. Aku secara terpaksa mengikuti keinginan Bea. “Kalo aku nggak sembuh mas, gimana?” Dia menatapku. Di dalam mobil, hanya ada aku dan Bea. “Mas nggak akan membiarkanmu pergi, Bea.”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as sajak-sajak
Read
+Library
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

Semoga Mama bisa melihatmu sekali lagi di dunia, jika tidak maka semoga kita dipertemukan di surgaNya. Maafkan Mama ... Nandini Sanjaya Tulisan tangan yang sangat berantakan seperti ditulis dengan tergesa. Ada beberapa bercak di antara kata yang sudah memudar hanya seperti bekas air berwarna kekuningan. Entahlah tak ada yang bisa menebaknya bekas apa itu. Kecuali dialah sang penulis kalimatnya di kertas.
105.7K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as sajak-sajak
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

FOOOAM——— Udara bergetar. Ruang di sekitar He Sura bergelombang. Tanah merekah. Dan dalam sekejap: ➬ ................................ 10.xxx ribuan paku batu melayang, memenuhi langit seperti sekumpulan awan hitam berbentuk jarum. Swooosh—— Swooosh—— Swooosh—— Dan kemudian— jleb—jleb—jleb—jleb—
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 391 Times as sajak-sajak
Read
+Library
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Suaranya datar, formal, seperti berbicara dengan orang asing. Kinanti berusaha tersenyum semanis mungkin, senyum yang dulu selalu berhasil meluluhkan Arya. “Saya Kinanti Atmadja. Atau, Kinanti Kusumo segera. Senang bertemu dengan Anda. Perusahaan Anda, Black Dragon Capital, sangat menarik perhatian kami.”
10894 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as sajak-sajak
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status