Pengantin Samudera
Di sana ada sisa nasi dan sepotong tahu yang terselip di antara butiran pasir putih.
‘Untuk apa wanita ini memberi makan Samudera, bukankah di kedalaman samudera sudah ada segalanya dari pada seonggok nasi yang tak berarti.’
Irawati menatap ke arah laut, senja terlihat indah dengan mentari berwarna secerah buah pepaya matang yang baru saja ia makan tadi, tapi tubuh Irawati tiba-tiba bergetar ketika Mentari sudah tenggelam lautan berubah hitam legam dan menyeramkan. Irawati menghela nafas dalam, ‘Sudah waktunya aku pulang, esok sore aku akan datang lagi untuk mendengar sumpah serapah apa lagi yang akan wanita tua itu teriakkan pada Samudra.’
인기 회차