Suamiku Jadul
kata Pak walikota lagi.
Bang Parlin yang dulu tidak mau dipuji, kini seperti gila pujian, dia seperti menikmati tepuk tangan penonton. Lalu seorang pria membawakan seruling ke panggung, lalu memberikan kepada Bang Parlindungan. Dia didaulat untuk menyanyi. Ah, pasti nyanyian untuk rayra lagi.
Bang Parlin memainkan seruling, lalu mulai bernyanyi, dia bernyanyi sambil menggenggam tanganku dan menatap mataku.