Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tilasmat

Tilasmat

tanya Sri setelah dia sampai di pintu pembatas antara dapur dan ruang makan. "Ibu sedang halangan," jawab Bu Intan seraya kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya. Sri segera bergegas ke kamar dan mengambil peralatan salatnya. Di teras, Ranti terlihat beberapa kali melihat ke dalam karena sepupunya belum juga menampakkan batang hidung. "Apa Teteh tidur lagi?" gumamnya.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

tanya Sisil sembari melangkah mendekat ke arah Pram, memberikan kerlingan matanya. Sisil yang masih mengenakan blazer ketat itu sengaja memposisikan tubuh sintalnya sangat dekat di depan Pram, membuat sepasang semangka raksasa miliknya yang menggantung padat bergesekan halus dengan lengan kekar Pram, memancarkan aroma parfum melati yang harum semerbak memenuhi koridor lantai dua.
1061.6K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as santet pring sedapur
Read
+Library
SANTET KIRIMAN MADU

SANTET KIRIMAN MADU

Pantas saja, akhir-akhir ini kurasakan hawa rumah ini sedikit berbeda, bawaannya selalu panas dan tidak nyaman, mudah gerah dan ingin marah tanpa alasan. Belum lagi deraan rasa sakit yang kian menjadi-jadi sepanjang waktu, apalagi ditambah keterangan dokter yang mengatakann jika aku baik-baik saja. "Apakah pengaruh santet memang begitu dramatis secara mental dan perasaan?"
102.3K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Bekal Santet Dari Bibiku

Bekal Santet Dari Bibiku

teriak ibu dari ruang tamu. "Iya bu, Bentar!" Dengan cepat ku ambil tas sekolahku yang masih tergantung. Sesampainya di ruang tamu, aku sudah melihat bibi sudah berdiri di dekat kursi. "Eh bibi... Bibi aku boleh minta sambalnya Bi?" Seketika saja perutku lapar saat melihat rantang yang di bawa oleh bibi.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

Sariani membuka acara, "Selamat sore, teman-teman. Hari ini kami hadirkan nuansa Prancis dari suamiku, tapi tetap dengan adat Sunda kami. Mari nikmati bersama!" Mr. Henri menambahkan, "Merci beaucoup! Ini untuk keluarga kami. Silakan cicipi wine dari kebun anggur keluarga di Bordeaux." Para tamu diajak wine tasting di sudut ballroom: gelas kristal diisi Chateau Margaux merah dan Sauternes putih. "Ini enak sekali, Mr. Henri. Rasa buahnya kuat," kata duta besar Prancis, sambil berbincang dengan Mr. Henri.
10367.3K viewsCompletedAdded to Library 10.7K Times as santet pring sedapur
Show Reviews (25)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Bagaimana bisa tenang sementara dosa mengambang di pelupuk mata. Keukeu memanggil para kupu-kupu malam dengan tepukan tangan. Ia mengumpulkan mereka di sebuah ruangan khusus dengan cahaya remang-remang. “Selamat malam, ladies – para pembuat desahan manja yang membahana, pemberi kenikmatan dunia tiada tara, dan penarik mesin ATM berjalan yang meresahkan dapur orang lain. Malam ini, akika perkenalkan penghuni anggota Rumah Butterfly. Namanya Santi, usia 18 tahun. Dia akan mengawali kariernya di sini sebagai the next mega bintang,” terang Keukeu.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

Di lain pihak, Samudra yang menjadi orang paling terkejut di sana karena melihat kehadiran Santi pun langsung bangkit bersamaan dengan bangkitnya Senja untuk menghampiri Alden tadi. Samudra bahkan sudah menyapa Santi lebih dulu. "Selama ini aku mencari-cari Mba. Mba pindah kemana sih?" ucap Samudra usai dirinya dan Santi saling menyapa. "A-aku pindah ke kampung Mas Hendrik, Sam," jawab Santi apa adanya. "Oh pantas kalau begitu," balas Samudra yang lantas mengajak Santi ikut bergabung bersamanya di ruang keluarga.
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 407 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
100 Hari Bilang Sayang

100 Hari Bilang Sayang

Atau dia lagi mabuk? ** Prabu kemudian menenggak sebotol birnya, kemudian sebuah pesan masuk. Prabu, where are you? I miss You. From Siena. “Siena ? Oh ! One night stand?” Setelah Prabu kembali ke Jakarta, ia dihadapkan tugas administrasi dan projek yang begitu banyak di kampus Pandawa. Akhirnya ia begitu stress ditambah Aku yang tidak mengirimkan kabar beberapa hari. Akhirnya, ia mampu menyelesaikannya namun malam harinya ia pergi ke club untuk melepaskan stressnya. Setelah meneguk beberapa minuman, ia di dekati oleh seorang wanita. Siena namanya. Setelah berbincang-bincang sambil minum, akhirnya mereka dekat dan mabuk. Tak lama, mereka pergi menuju ke sebuah motel dan menginap bersama. Dan
4.4K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Cubitan dari Santi mendarat di lengan Dewi dengan manisnya. “Nggak ada adegan nabrak pohon pisang ya di sini?” Sindir Santi. “Ehh, iya. Tadi di depan aku cari cari kok nggak ada setandan pisangnya ya?” Sahut Dewi. “Sengaja! Pisangnya kita taruh di meja prasmanan. Bukan di pintu. Takutnya, Dewi over acting nanti.” Ujar Nindy yang baru saja datang dan ikut bergabung.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Lampu-lampu neon redup berkelip-kelip di langit-langit yang tinggi, menampakkan ruangan luas yang kosong, hanya berisi beberapa peralatan olahraga tua dan target tembak di kejauhan. Di tengah ruangan, duduklah seorang pria tua di kursi kulit tua. Pria itu tampak kurus, tetapi tatapan matanya tajam dan menusuk. Ia mengenakan kemeja batik yang sudah usang dan celana bahan, tetapi cara ia duduk memberikan kesan kekuatan yang tersembunyi. Itulah Kakek Pranata. “Selamat datang, Pewaris,” sambut Kakek Pranata, suaranya parau namun penuh wibawa, tanpa menoleh. Ia sedang membersihkan sebuah pistol tua dengan gerakan yang cekatan.
10851 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as santet pring sedapur
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status