Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Membalas Pembunuh Suamiku

Membalas Pembunuh Suamiku

Dia tidak percaya dengan apa yang ditemukan Dimas. Dimas mengangguk. “Aku juga setuju dengan pendapat Lili.” “Lihat ini! Bukankah ini seperti bekas selotip?” Mei menunjuk bagian di sekitar area gosong tadi. Ada dua buah area seperti persegi panjang kecil yang warnanya tidak segosong lainnya. Juga ada sisa-sisa lem di sana. “Kau benar, Kak! Ini seperti bekas selotip.” Lili menggosoknya. “Ini benar-benar sisa lem.”
104.0K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
PURA-PURA JADI SUPERSTAR

PURA-PURA JADI SUPERSTAR

Rasa mabuk berat yang dia rasakan begitu hebat dan langsung muncul ke permukaan tanpa adanya batas ketika kesadarannya lenyap oleh rasa mabuk. “Kak Aster!” seru Sakura syok melihat Aster menempelkan wajahnya ke wajah Jordie. Bahkan, jarak bibir Aster dengan Jordie begitu dekat. Jedaannya berbeda hanya beberapa sentimeter saja hingga mereka seperti orang yang sedang akan berciuman. “Rey! Lepasin Kak Aster!” teriak Sakura. Dia berlari menaruh nampan berisi gelas minuman dingin. Setelah itu, dia memisahkan Aster dengan Jordie.
5.6K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
Kemilau Senja

Kemilau Senja

pikirku "Tolong ambilkan kaus dan celana pendek yang ada di lemari ya. Terserah warna apa saja, tadi aku lupa tidak bawa baju ke kamar mandi, sama tolong ambilkan handuk, handuk yang aku bawa nggak sengaja terjatuh dan basah," ujarnya meminta tolong agar aku segera mengambilkan pakaian dan handuk. "Iya, Mas. Sebentar ya."
1010.9K viewsOngoingAdded to Library 326 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
Just alone

Just alone

tanya Yuke "Cantik sih.. tapi masih cantik Rena," jawab Sasa "Cewek itu agak aneh deh.. di ajak ngomong diam aja, bisu kali cewek itu!" hina Yuke sambil mengoleskan lipstik di bibirnya. "Iya.. jawabannya cuma geleng atau anggukin kepala mulu," Sasa membenarkan ucapan Yuke, dengan tangan yang masih merapikan rambut
102.5K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

“Waktu aku bangun, aku lihat bajuku memang ketumpahan kecap, sama saos sambel, sih.” Yah dalam kepanikan itu, siapa yang bisa membedakan saus tomat, sambal, sirup stroberi dan darah? Namun, Luna benar benar bersyukur temannya itu sehat-sehat saja. “Jadi, kenapa kamu telat begini?”
106.2K viewsCompletedAdded to Library 224 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
SUSUK JARUM EMAS

SUSUK JARUM EMAS

Mbah yang berwajah horor berdiri dan mengambil susuk yang paling bagus. "Nah, ini susuk yang paling dahsyat, namanya susuk jarum emas, pasangnya di wajah," Mbah menjelaskan. "Harganya lebih mahal dari yang biasa, bagaimana? Mau yang ini atau yang biasa saja," Mbah memberikan pilihan. Fani mencolek serta menatap Siska dan memberi kode kepada Siska agar berbicara. "Emm ... Ya sudah Mbah, susuk jarum emas saja yang penting paling bagus ya, Mbah, masalah harga tidak masalah," Siska berbicara dan sudah menentukan pilihannya.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

Seketika, ‘May… Pergi dari sana May… Buruan!’ Otoy memberikan intruksi dari dalam batu merah delima yang di pakai Maya. “Ah, bakso ini? Emm… Kami membelinya di seberang sana nak…” Kata pakde Yono sembari menunjuk ke seorang penjual bakso yang sepertinya sedang ramai akan pembeli. “Oh, begitu ya? Emm… Kalau… Cincin batu merah delima yang di pakai oleh nona ini, beli nya dimana ya?” Tanya pria itu sembari menunjuk kearah jari manis Maya.
1010.5K viewsOn holdAdded to Library 324 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Dengan cekatan Fatimah menyodorkan tembikar ke depan mulut Anggara. Anggara memuntahkan cairan hitam pekat yang busuk. Anggara kaget melihatnya. Kemudian kyai Akbar mengusap perlahan bagian atas tembikar yang berisi muntahan Anggara. Perlahan muntahan Anggara tersebut berubah menjadi asap dan hilang, bahkan bejana yang terbuat dari tembikar tanah liat itu dasarnya berwarna merah bara seperti terbakar.
9.750.8K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Sangat pas untuk snack sore walaupun hari itu sebenarnya tidak terlalu panas. Di meja makan, hanya Arissa, Bu Leila dan George yang makan dengan semangat sambil membicarakan serta memilih hasil-hasil foto pemandangan Lavender Hill yang barusan diambilnya. Bu Leila terlihat sangat senang dan memuji-muji semua hasil foto Arissa sementara Arissa hanya bisa tersipu malu saat mendengar pujian Bu Leila. George tersenyum bangga saat ikut mengamati hasil foto sembari matanya sesekali melirik ke arah Arissa dengan senyum malu-malu.
9.88.6K viewsOngoingAdded to Library 266 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
Suami Perkasa

Suami Perkasa

Pintu terbuka, dan pemandangan di depannya membuat darahnya mendidih. Sasa duduk di karpet, wajahnya cerah, sekarang rambut panjangnya tergerai indah. Ia sedang merangkai lego bersama Steve. Di meja, sudah ada dua gelas jus jeruk yang masih penuh. Steve menoleh cepat begitu melihat Sukma. Ada sedikit rasa bersalah di wajahnya, tapi hanya sesaat. “Kamu cepat sekali,” katanya datar.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 218 Times as sasusaku lemon berat di tembok
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status