Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sasakala

Sasakala

Hasta tiba-tiba berbicara Arka sedikit tersentak. Hasta memang mempunyai nada bicara yang tinggi. Meski diawal kalimatnya. “ Oh, itu saat kelulusan kalian ya ? ” Tempat ini lembab. Pikir Arka. Jamur sudah hidup lama di foto mereka. Sudah 3 tahun usianya. Namun wajah mereka bertiga masih terlihat jelas. Hanya bagian bawahnya.
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

“Bar, kita tinggal di rumah kontrakan dua kamar. DUA. KAMAR. Dan kamu bawa… benda segede gaban ini?” “Lemari,” koreksi Bara, sambil tersenyum bangga. “Bukan benda. L-e-m-a-r-i. Punya aura.” Siska menutup wajah dengan tangan. “Aura pusing!” Sore itu, lemari sudah berdiri dengan gagah di ruang tengah, tepat di samping sofa mungil mereka. Siska menatapnya dengan mata tajam, sementara Bara duduk di kursi seperti juri lomba seni.
792 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan

Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan

ujar Leon. “Apa maumu, brengsek?” ketus Soka, “Aku tidak memiliki waktu untuk meladenimu. Aku memiliki banyak pekerjaan sekarang.” “Aku tidak ingin membuat masalah dengan kalian berdua. Aku hanya ...” Leon tersenyum lebar, mencondongkan tubuhnya ke tempat kosong di antara Soka dan Chen. “Aku hanya penasaran dengan apa yang kalian temukan di sini.”
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Air Susuku, Harga Kebangkrutan Suamiku

Air Susuku, Harga Kebangkrutan Suamiku

Kakak tercinta, jangan lupa kasih bintang 5, oke... kalau ada yang kangen aku, aku disebelah di aplikasi kepala kuda itu, cari aja Rembulan love you. *** "Arsen, apa kau sedang mabuk? Sejak kapan kau suka mabuk? Dan kenapa kau menabrak mobilku?" tanya Kala. "Kau mau mobilmu diperbaiki, atau aku ganti dengan yang baru?" balas Arsen dingin.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 592 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Rayuan Desa Wanita

Rayuan Desa Wanita

tanya Ayu dengan suara bergetar dipenuhi rasa pemujaan buta. Leo mencabut jarum perak itu perlahan, lalu menyekanya dengan saputangan steril. Ia menatap Ayu dengan sorot mata menguji. "Lihat warna darah kental di tanah itu, Ayu. Perhatikan juga kekakuan pada rahang bawah dan dilatasi pupil mata mereka," jelas Leo dengan suara bariton yang menggema, mengubah halaman balai desa menjadi ruang kuliah medis eksklusif. "Ini bukan keracunan makanan biasa. Ini adalah keracunan logam berat tingkat tinggi, spesifiknya arsenik atau timbal kualitas rendah."
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 712 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

Bahkan aroma kaporit di ruangan itu mulai terasa mengganggu baginya. ── ☀︎ ── POV SUMMER — ASRAMA Kamar asrama itu sunyi. Hanya suara detak jam dinding yang terdengar pelan di tengah ruangan. Summer meletakkan kantong belanja di atas meja kayu. Tangannya masih sedikit gemetar saat mengeluarkan kotak susu yang tadi sempat jatuh di minimarket. Sudut kotak itu terlihat penyok.
10756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah Miliarder Posesif

Terperangkap Gairah Miliarder Posesif

Leo menyodorkan buku menu, yang setengahnya ditulis dalam bahasa Jerman. Vyora menyipitkan mata. “Apa arti Sauerkrautsuppe?” Leo membaca cepat di ponsel. “Sup asinan kol... yang... seharusnya menyegarkan?” “Aku rasa menyegarkan bukan kata yang tepat untuk kol masam,” gumam Vyora, geli.
721 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Kulepaskan Suami Berengsekku

Kulepaskan Suami Berengsekku

Seperti biasa, sebagian besar anggota Keluarga Sutedja akan hadir, termasuk Feny. Angin malam berembus dengan sangat kencang dan dingin. Meskipun Susan sudah mengenakan jaket seragam sekolahnya, tetap saja dia merasa kedinginan. Lokasi yang dipilih Keluarga Sutedja kali ini adalah halaman rumah. Ada tembok setinggi tiga meter di luar halaman, jadi tidak terlalu sulit untuk masuk. Susan diam-diam memanjat tembok dekat pintu belakang, lalu mendarat di atas tanah tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
8.9143.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status