Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

​"Jangan Bu, ini lagi latihan beban... aduh!" ​Siska malah makin penasaran. Dia membungkuk sedikit untuk mengintip, membuat bagian atas dasternya terbuka lebar. Madun bisa melihat dengan jelas kulit putih mulus dan belahan dada Siska yang sangat dalam. "Wow... Mas Madun, kamu beneran monster ya. Itu ember cat lho, bukan botol kecap." ​"Iya Bu, ini hasil tempaan ikan gabus," jawab Madun bangga.
6.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

Kucing Garong berengsek! Berjalan dengan entakan kesal bukan main. Sungguh, sepatu Louboutin yang menempel pada kakinya itu membuat pegal setengah mati. Dengan peluh yang kini menemani langkahnya, pribadi itu masuk ke dalam gedung Shin Geum Corp yang langsung disapa oleh seorang petugas keamanan yang begitu ramah.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Bos, Kamu Terlalu Panas

Bos, Kamu Terlalu Panas

Ken Anyu meremas bokongnya dan membuat Ariana kembali menempel ke dalam pelukannya. Bibir Ariana yang mungil dan basah sedikit cemberut dan digigitnya sedikit. Penampilan Ariana sangat menggemaskan dan cantik, Ken Anyu tersenyum lalu melumat bibirnya lagi. “Umh, umh, umh, umh!” Ariana melenguh dalam lumatannya sambil meremas dada bidang Ken Anyu. Gea semakin kesal karena kakinya sakit sudah berdiri di sana terlalu lama, dia memutuskan untuk meninggalkan depan pintu toilet dan secara tidak sengaja menendang tempat sampah di luar pintu.
716.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

Tapi tembok itu mulai goyah sejak kehadiran Azka. Sahabat lama yang kini menjadi rekan kerja.Tiba-tiba hadir dengan perhatian yang hangat dan kesabaran yang tulus. Azka tak pernah memaksanya, hanya terus menunggu, dengan senyuman dan sorot mata yang selalu teduh. Haruskah ia kehilangan sosok Azka lagi untuk kesekian lagi. Pilihan itu kini berada di tangannya.
9.725.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Entah mulai kapan aku jadi terbiasa dengan genggaman tangan Coksa, hingga aku tidak sadar selama momen singkat golden hour kami di tepian Sungai Seine genggaman hangat Coksa tidak lepas dari tanganku. Genggaman Coksa membawaku ke restoran terapung yang berdiri di salah satu sudut di Sungai Seine. Saat pesanan kami terhidang, mataku terkesiap saat menangkap kehadiran lemon gin yang dikeluarkan Coksa dari saku mantelnya. Aku memperhatian volume lemon gin sudah menghilang beberapa mililiter. “Aku meminumnya beberapa malam yang lalu, aku campur ke gelas sunset boom-ku,” ungkap Coksa.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Tokyo Love Letter - Hibiki

Tokyo Love Letter - Hibiki

“Ada tempat makan Soba yang udah lama pengen aku coba. Namanya Tokyo Dosanjin.” Sakura langsung mengetik di G****e, membuka ulasan dan foto makanan. “Oh, ada citrus di sobanya ya,” komentarnya. “Citrus soba-nya sih lagi gak tersedia bulan ini,” kata Heri sambil nyengir. “Tapi lunch set-nya masih menarik. Ayo, kamu siap-siap ya.” Sakura tersenyum kecil. Heri terlihat bersemangat.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
SKANDAL DUA MENANTU

SKANDAL DUA MENANTU

Erlang pura-pura membuka kulkas besar ketika Sasmita datang dan melewatinya sembari membawa nampan berisi obat. "Cari apa, Tuan?" Sasmita menegur Erlang. "Tidak ada ...," Erlang sedikit gugup. "Maksudku ... aku sudah menemukannya," ucapnya sembari menunjukkan sebuah minuman kaleng. Sasmita mengangguk ramah dan segera berjalan menuju ruang belakang. Dia duduk bersebelahan dengan Zoya dan mulai menyentuh leher yang dipenuhi dengan bekas cengkraman itu.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Mas Tetangga

Dendam Membara Mas Tetangga

Aroma makanan khas keluarga Lachlan terhirup oleh hidungnya. Bahram berjalan pergi melewati sekumpulan lelaki yang tadi ia tinggalkan. Tidak ada sisi blok rumah mereka itu yang tidak sibuk sehingga tempat yang bisa ia tuju saat ini adalah pos ronda yang letaknya disisi berjauhan dari tenda tempat akad. Ia memanjat naik di pos ronda yang dilengkapi dengan pengeras suara dan pentungan. Pos ronda yang terbuat dari atap seng dan kayu jati yang saat ini tampak miring itu masih dipakai tempat bermain oleh para generasi cucu dari para penghuni rumah di blok mereka.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Perbedaan

Cinta di Balik Perbedaan

bisik Leon yang di jawab anggukan oleh Sabrina. Leon membawa Sabrina lari menuju tanaman bunga di dekat tembok dengan tinggi kurang lebih dua meter itu. Dari atas tembok ada tambang yang menjuntai ke bawah. Tambang tersebut di rangkai seperti fast rope atau tali cepat yang biasanya ada di helikopter. "Naik duluan, kak. Di sana ada temanku yang jaga." Leon menyuruh Sabrina naik. Tidak jauh di belakang mereka, Jaka dan teman-temannya mulai mengitari gudang mencari Sabrina.
821 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sasusaku lemon berat di tembok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status