Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

Dada Aksara bergerimit Hidup baru? Kata yang manis tapi menyakitkan. " Engkau tahu, selama ini aku sangat mencintaimu. Tapi, tidak untuk hari ini." Hellena tersenyum pahit. "Abizar sudah melamarku, Mas. Kuharap urusan kita diselesaikan secepatnya." "Elle?" Tatapan Aksara menajam. "Kau tidak memberiku kesempatan? " "Bukankah Allah pun, Maha pemaaf?"
1040.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy

Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy

kata Sebastian. Adrian menghela napas panjang. "Kami lupa, kamu pemula. Maafkan kami jika terlalu cepat." Aku menggeleng. "Bukan salah kalian. Aku yang tidak siap." "Tidak apa-apa, kami akan menunggumu," kata Sebastian. "Tapi kesepakatan?" tanyaku. "Kesepakatan bisa berjalan perlahan, kami tidak akan terburu-buru," kata Adrian.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka

Maaf, Sudah Berlalu

Terlebih lagi ketika berhubungan dengan lawan jenis. Status WhatsApp-nya selama ini hanya bisa dilihat olehku. Aku mendengar orang lain mengatakan bahwa dia belum pernah menjalin hubungan. Aku tidak bisa menahan diri untuk berpikir bahwa dia mungkin sedang menungguku. Steven sangat sabar. Sampai kami selesai makan, menonton film, serta berjalan-jalan, dia masih belum mengatakan apa pun. Jika bukan karena dia berjalan sangat lambat dalam perjalanan pulang ini.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
Cinta yang Dulu Begitu Indah

Cinta yang Dulu Begitu Indah

Beberapa wanita cekikikan tanpa henti. "Kamu ini belum seberapa menyedihkan. Sebulan lalu waktu aku datang ke bar, aku melihat seorang wanita mabuk dan menangis sampai sedih sekali. Tebak kenapa?" Wanita di samping bertanya dengan penasaran, "Kenapa? Apa bisa lebih menyedihkan dariku?" "Tunangan dia menikahkannya dengan pesuruh selingkuhan. Menurutmu menyedihkan atau nggak?"
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
SEDIKIT LAGI, SAYANG!

SEDIKIT LAGI, SAYANG!

goda temannya disertai tawa yang pecah di tengah kebisingan. Mereka tertawa bersama, larut dalam euforia semu malam itu. Namun, di ujung ruangan yang remang, Shella tampak duduk seorang diri dengan botol minuman di sampingnya. Ia kembali mabuk, tenggelam dalam obsesi pahit terhadap Nathan. Rasa tidak rela melihat pria itu kembali ke pelukan mantan istrinya membakar hatinya lebih hebat dari alkohol mana pun.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
SEBATAS ISTRI FIGURAN

SEBATAS ISTRI FIGURAN

Ting Sebuah pesan masuk ke ponsel Arfan dari mama Agni membuat lelaki yang sedari menunggu kabar dari mamanya itu segera membuka pesan suara yang dikirim mama Agni. (Arfan, tadi dokter bilang Hilmi selalu menyebut namamu. Apakah acaranya sudah selesai, kalau iya segeralah kesini karena dokter bilang itu berhubungan dengan keselamatan dua nyawa yang ada di dalam sana!)
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

“Dia batuk-batuk terus. Dulu paru-parunya pernah bermasalah.” “Vlad?” Dulu? “Dulu. Waktu di Singapura.” “Sudah lama?” Ibu itu diam, matanya hanya menatap sendu ke arahku. “Waktu dia dapat kabar kamu nikah, dia kayak gini.” *** Bersambung
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
Diburu Masa Lalu!

Diburu Masa Lalu!

Baiklah, aku beri waktu hingga kamu pulih dan setelahnya mari kita akhiri semuanya. Salam, Aruna Batari Deolinda. “Apa katanya, Keen?” tanya Mela. “Hanya mengingatkan tentang surat gugutan yang dikirim sebelumnya, Ma. Mela merebut surat tersebut dan membacanya.” ‘Aruna... Aku akan menuruti keinginanmu, mari kita akhiri ini semua.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

seru Batara tegas. "Boo ... bo ... boo..! Rupanya ...
9.963.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
RUN! [Bahasa Indonesia]

RUN! [Bahasa Indonesia]

Ketus Margareta. "Seterah ku" sahut Deren. "Oh terserah mu? Berarti momy juga boleh terserah, termasuk terserah momy mengusir mu ke apartemen Chale atau mengirim mu ke asrama" ujar Margareta membuat Deren memanyunkan bibirnya. "Tidak, aku mau tinggal di sini" tolak Deren. Mereka melanjutkan makan dengan beberapa perdebatan kecil Margareta dan Deren sedangkan Terisya hanya diam melihat kedua ibu-anak itu berdebat.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai sebat dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status