Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aster [Indonesia Ver.]

Aster [Indonesia Ver.]

Akhirnya Langit memutuskan untuk berhenti sejenak, memilih meminum kopi di sebuah warung kecil untuk meredakan kantuk, akan berbahaya jika ia berkendara di tengah kantuk melanda. Langit membawa gelas cup yang berisi capucino. Perlu digaris bawahi, Langit adalah laki-laki sederhana, ia tak sungkan duduk dan minum kopi dipinggir jalan, seperti yang dilakukannya sore ini. Langit duduk di tempat yang disediakan sambil menyesap sebatang rokok, sebenarnya Langit bukanlah laki-laki yang selalu dan candu pada rokok, ia hanya melakukannya sesekali, jika ingin.
103.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 92 Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Read
+Library
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

Kertas itu berbau debu, tanah basah, dan rahasia yang terkubur selama dua puluh lima tahun. ​"Nan, kopinya. Jangan dibiarkan dingin, nanti rasanya asam seperti pikiranmu," suara Fajar memecah lamunanku. ​Ia berjalan menghampiriku, kali ini tanpa menyeret kakinya sama sekali. Ada kekuatan baru di langkahnya sejak kejadian di Jakarta. Ia meletakkan cangkir kaleng berisi kopi hitam pekat di atas pagar dermaga. Aroma robusta yang kuat menyengat hidungku, memberikan sedikit rasa sauh di tengah badai emosi yang berkecamuk.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 35 Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Read
+Library
Hasrat Terlarang Sang Detektif

Hasrat Terlarang Sang Detektif

Diraihnya cangkir kopi keramik dari sudut meja, menyesap kopi hitam yang disediakan Lucy sejak dia kembali dari apartemen Tara. Alih-alih beristirahat, Greg mengambil map coklat yang kemarin diberikan Tara. Greg mengeluarkan setumpuk hasil cetakan naskah The Silent Slasher itu, lalu membolak-baliknya. Bukan sekadar untuk membedah kasus dan mempelajari pola pembunuhan. Melainkan hendak memahami sesuatu tentang penulisnya.
102.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 61 Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Ipakita ang mga Review (38)
Read
+Library
Luthfiyya
Wow!! Ceritanya baguss bangeet. bnyak teka-tekinya yg beneran bikin mikir bareng. Ceritanya lumayan berat, tp ini nih yg jdi bikin penasaran. Alurnya juga ga pasaran, jdi pertama baca langsung ketagihan ......
muiz
Racikan ceritany gud, pembaca tuh diajak ikut tertarik dua arah. Antara profesionalitas vs perasaan. Kebawa mas Greg ngejar kebenaran atau terlena urusan hati wkwk. Dialognya bagus, ada dinginnya profesional tapi ada hangatnya cinta yang dipaksa tertahan. bikin baper tapi gak norak🫶...
Basahin ang Lahat ng Review
Mr. Airlangga

Mr. Airlangga

Dia mengambil cangkir kopi dari meja dan mulai menyeruput isinya. “Please, aku pengen tahu,” rengekku. Meletakkan kembali cangkir kopi ke meja, sekarang dia duduk berhadapan denganku, menarik napas sebentar. “Air dan api, kemungkinan adalah ungkapan segala bentuk kemauan duniawi. Ketika kemauan duniawi sudah tiada, seseorang akan bisa menghayati kehampaan. Kehampaan ruang dan waktu, melampaui batas ruang dan waktu.”
109.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 257 Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Read
+Library
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ia menyodorkan sebuah cangkir keramik putih berisi cairan berwarna hijau kecokelatan yang mengepulkan uap beraroma kayu basah dan bunga surgawi yang sangat asing. Cinta, yang saat itu masih tersandar di tembok koridor dengan napas memburu dan keringat panas yang membakar kulit, hanya bisa menatap cangkir itu dengan pandangan nanar. Samudra hendak melangkah maju, namun Langit mengangkat tangan kirinya dengan tenang. Sebuah pendaran putih setipis kabut muncul di ujung jari Langit, menciptakan dinding transparan yang menahan langkah sang Pangeran Pantai Selatan secara paksa.
101.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Read
+Library
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Kopi hitam itu menggenang, berbusa aneh saat menyentuh lantai semen. "Apa-apaan kau, Pak Tua?!" bentak Elang kaget dan marah. Hendra tidak menjawab. Dia berjalan tenang mendekati genangan kopi itu. Dari barisan bangku, dia mengeluarkan seekor cicak yang dia tangkap dengan sangat gerakan tangan yang sangat cepat. Dia melempar cicak itu ke genangan kopi. Hanya dalam hitungan tiga detik, cicak itu kejang-kejang, lalu mati kaku dengan perut meledak.
10901 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 24 Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Read
+Library
A Few Years Later

A Few Years Later

Menaruh cangkir kopinya yang telah kosong di nampan seraya menawarkan secangkir lagi kopi panas yang lezat. Samuel mengangguk. Masih tak tersenyum. Dikeluarkannya sebuah buku kecil dari saku celananya. Notes bersampul hitam dengan sehelai daun kering yang tertempel rapi di sana. Jemarinya bergerak lesu, membuka lembar demi lembar kumpulan sajak itu. Sampai gerakan kecil tangannya terhenti pada satu halaman yang kertasnya mulai menyusut.
4.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 181 Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Read
+Library
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

Gita yang juga sudah selesai dengan pekerjaannya menemui Biru dan Langit yang masih ada di lokasi sementara para penggemar sudah bubar. “Gimana? Lancar?” tanya Gita sembari menyerahkan dua buah kopi dengan brand ternama yang membuat secangkirnya paling murah tak jauh dari angka Rp. 80.000. “Ada om-om deketin Biru!” lapor Langit langsung. Biru hanya menyeruput kopinys karena dirinya benar-benar dalam posisi kekurangan asupan kafein.
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Read
+Library
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Aroma kopi menguar memenuhi indera penciuman. Semilir angin berembus membelai kulit wajah serta rambutku. Langit mulai menghitam tanda air akan turun dari sana. Aku memejamkan mata menikmati udara sejuk yang menenangkan pikiranku ini. "Mbak." Mataku terbuka. Menoleh pada pria yang menggenggam gelas cup berisikan kopi hitam miliknya.
10495.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 15.9K Beses bilang secangkir kopi dan pencakar langit pdf
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status